Yen Digantung Geopolitik Korea, Dolar Australia Tetap Merana

ForexSignal88.com l Jakarta, 10/08/2017 – Pada perdagangan pasar uang hingga jelang pasar Eropa dibuka siang ini, secara umum dolar AS mulai membuat tekanannya kepada mata uang utama Asia, kecuali terhadap yuan dan yen, pasca data ekonomi Asia yang kurang membaik pagi tadi dan masih tegangnya situasi di Semenanjung Korea.

USDJPY untuk sementara berada di level 110,01 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 110,02. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7873, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7887. Untuk mata uang China, yuan, atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,6813 setelah tadi pagi ditutup di level 6,6907.

Kemarin ancaman dari Trump datang dengan nada yang agak keras dimana seperti himbauan sebelumnya oleh Tiongkok bahwa Korea Utara jangan melakukan uji coba nuklir dalam waktu dekat ini seakan tidak diindahkan oleh pihak Pyongyang sehingga hal ini kemarin membuat Trump memberikan nada keras bahwa dia akan menyerang Korea Utara.

Namun Korea Utara sendiri memberikan serangan ucapan balasan dengan pernyataan bahwa Kim Jong-un akan menyerang pangkalan militer AS di Guam, Samudera Pasifik dalam waktu dekat dengan mengirim pesawat-pesawat tempur dan peluncuran tudal jarak jauh Korea Utara.

Tentu situasi geopolitik di kawasan tersebut tidak menguntungkan bagi dolar AS sejauh sehingga timbul wacana safe haven khususnya terhadap yen.

Sebelumnya pasar masih kuatir dengan pergerakan yen yang sulit melemah pasca rilisnya data tenaga kerja AS yang dirilis beberapa hari inj dimana data nonfarm payroll periode ini dinyatakan telah bertambah diatas 200 ribuan orang atau sedikit dibawah angka 220 ribu orang di periode sebelumnya, sedangkan tingkat pengangguran di periode kali ini menjadi 4,3% atau turun dari 4,4% di periode sebelumnya, serta data pembukaam lapangan kerja baru AS yang terbaik sejak 13 tahun lalu.

Semakin turun tingkat pengangguran maka semakin membaik ekonominya karena menuju kondisi full-employment atau tenaga kerja penuh dan dapat mendorong panasnya ekonomi negara tersebut. Hal ini sebetulnya makin menambah keyakinan investor bahwa pasar tenaga kerja AS makin ketat dan dapat mendorong inflasi di kemudian hari.

Namun sejauh ini pula kondisi yen sendiri tidak bergerak terlalu besar dalam beberapa bulan terakhir, hanya berkisar di level 109 hingga 112 per dolarnya karena dari pihak Jepang sendiri berkeyakinan bahwa level penantian arah bagi mata uangnya bila kondisi politik dan ekonomi Jepang dan AS sudah menemukan titik pemecahan masalah di sektor perdagangan kedua belah pihak tersebut.

Yen sendiri tidak begitu melawan dolar AS kembali setelah data pesanan inti mesin pabrik Jepang mengalami kenaikan di periode sekarang namun masih diarea negatif. Data kuartalan yang yang menyajikan besaran pesanan perangkat dari mesin perpabrikan secara tidak terduga mengalami perbaikan dari -3,6% menjadi -1,9%, jauh dibawah perkiraan pasar yang tumbuh 3,6%.

Artinya bahwa pesanan mesin pabrik di Jepang masih melemah sehingga ini sebetulnya berefek negatif juga terhadap ekonomi Jepang. Namun inflasi tahunan di tingkat produsen Jepang masih tinggi dari 2,2% menjadi 2,6%. Namun sayang aktivitas industri Jepang tidak sesuai kehendak pasar.

Dolar Australia sendiri masih dalam tekanannya kembali setelah data ekspetasi inflasi bulanan Australia mengalamj penurunan dari 4,4% menjadi 4,2%. Yuan terus menguat seiring dengan gejolak di Semenanjung Korea yang membuat aliran FDI ke Tiongkok meningkat pesat.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88.com

Sumber gambar: newsoku dot blog

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *