Yen dan Dolar Australia Tangguh Ditengah Skandal Trump Jr.

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/07/2017 – Pada perdagangan pasar uang hingga jelang pasar Eropa dibuka, dolar AS nampaknya mulai mengalami tekanan dari mata uang utama Asia pasca skandal Trump Jr menyeruak semalam.

USDJPY untuk sementara berada di level 113,45 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 113,92. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7654, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7635. Untuk mata uang China, yuan, atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,7888 setelah tadi pagi ditutup di level 6,7975.

Tekanan dari dolar AS terhadap mata uang utama Asia sudah hilang di perdagangan hari ini dengan tetap melanjutkan tren negatif greenback khususnya terhadap yen dari semalam setelah Donald Trump Junior terbukti menerima email untuk penawaran dukungan dari pemerintah Rusia dalam mengalahkan Hillary Clinton di pemilihan presiden AS tahun lalu.

Nuansa skandal tersebut memberikan dampak bahwa agenda ekonomi Trump yang pro pertumbuhan di AS terancam akan gagal kelanjutannya dan ini memunculkan situasi safe haven yen. Kondisi ini kemungkinan besar akan berlangsung hingga Yellen memberikan paparannya dihadapan wakil rakyat AS dalam 2 hari yang dimulai nanti malam hingga esok.

Investor masih ragu apakah Yellen masih tetap teguh bahwa situasi tenaga kerja yang ketat di AS masih mendukung kebijakan suku bunga the Fed. Seperti kita ketahui bahwa beberapa data tenaga kerja AS seperti labor market conditions dan JOLTS dilaporkan di awal pekan ini mengisyaratkan bahwa data payroll di bulan depan tidak akan sebagus periode sebelumnya.

Kedua sisi tersebut antara skandal Trump Jr dan Yellen kemungkinan besar membuat pergerakan mata uang utama Asia ringan-ringan saja di pasar Eropa sore ini, mengingat dini hari nanti Beige Book dari bank sentral AS juga akan dirilis.

Buyback yang berlanjut bagi dolar Australia dan China yuan terjadi dengan dukungan pasca data inflasi China yang rilis awal pekan ini dengan hasil masih di angka yang sama di periode sebelumnya yaitu 1,5%. Ini merupakan pertanda bahwa situasi pasar atau ekonomi di Negeri Tirai Bambu tersebut masih hangat, artinya permintaan barang dan kegiatan ekonomi di China masib besar sehingga China masih butuh produk-produk tambang Australia.

Seperti kita ketahui bahwa Australia merupakan pemasok utama kebutuhan energi dan bahan baku industri lainnya bagi China seperti bijih besi, batubara dan minyak, sehingga perekonomian Australia memang masih tergantung dengan perkembangan ekonomi China.

Penguatan dolar Aussie kali ini juga didukung kembali membaiknya harga minyak di perdagangan semalam hingga siang ini, dimana pasokan minyak AS yang turun dan akan rikut sertanya Libya dan Nigeria dalam pemangkasan produksi minyak OPEC memberikan gambaran bahwa di minggu ini harga minyak harus membaik. Seperti kita ketahui bahwa dolar Aussie merupakan mata uang komoditas.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, forexsignal88

Sumber gambar: Japan Travel Mate

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *