Waduh! Perang Mata Uang Antar Negara Adidaya Tampaknya Dimulai

Forexsignal88.Com – Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengingkari gencatannya dengan Presiden China Xi Jinping dengan mengumumkan ancaman tarif impor tambahan bagi lebih banyak barang yang didatangkan dari China. 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah perang dagang kedua negara, consumer goods seperti iPhone, pakaian, dan sepatu made in China akan dikenai tarif sebesar 10 persen. Membalas langkah Trump, kemarin Beijing membiarkan nilai tukar Yuan anjlok ke level terendah versus Dolar AS dalam satu dekade terakhir. 

Pemerintah China juga menginstruksikan agar perusahaan BUMN menghentikan semua pembelian produk agrikultur Amerika Serikat. Kedua tindakan itu diperkirakan sengaja ditargetkan untuk “menghantam” Trump yang telah lama menuduh China mendevaluasi mata uangnya sendiri dan enggan membeli produk-produk AS. 

Yuan merosot hingga 1.2 persen ke level 7.0275 terhadap Dolar AS, hanya beberapa saat setelah People’s Bank of China (PBoC) memangkas referensi nilai tukarnya ke bawah 6.9 untuk pertama kali sejak bulan Desember lalu. 

Sontak, Yuan offshore langsung terjun hingga 1.9 persen. Meski PBoC tak mendevaluasi Yuan secara langsung, tetapi situasi ini memantik kekhawatiran mengenai kemungkinan meletusnya currency war.

“(Nilai tukar) tembus 7 adalah karena gabungan beragam faktor: eskalasi perang dagang, melemahnya perekonomian China, dan kesediaan PBoC untuk mentolerir volatilitas Yuan yang lebih tinggi,” kata Larry Hu dari Macquarie Aecurities Ltd, sebagaimana dilansir oleh Bloomberg. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *