FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

USD Perkasa Memicu Oil Kembali Tergelincir

ForexSignal88.Com I Jakarta, 07/08/2016.  Harga minyak mentah berakhir sedikit lebih rendah di akhir pekan ini melanjutkan pelemahan sejak awal sesi, seiring penguatan dolar dan laporan data pekerjaan AS yang naik. Melansir laman Reuters, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) susut 13 sen atau 0,3 persen menjadi US$ 41,80 per barel untuk kontrak September, usai jatuh hampir 2 persen sebelumnya. Adapun untuk kontrak Oktober menetap di US$ 42,57 per barel.

Sementara minyak mentah Brent turun hanya 2 sen di US$ 44,27 per barel. Pada awal sesi harga sempat jatuh di posisi US$ 43,51 per barel. Penurunan harga terjadi usai Dolar menunjukkan penguatan, dipicu laporan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Juli. Kemudian  berlanjut menjadi kenaikan terbesar greenback dalam enam minggu.

Dolar yang lebih kuat biasanya membuat minyak dan komoditas lainnya dalam mata uang greenback  menjadi kurang terjangkau untuk pemegang euro dan mata uang lainnya, yang kemudian mengurangi permintaan. Minyak, yang jatuh hampir 2 persen di awal sesi, mengupas kerugiannya karena dolar. Investor yang membuat mata uang ini menjadi bearish di awal pekan ketika harga minyak mentah AS turun di bawah US$ 40 pertama kalinya sejak April, menurut pedagang.

“Masih banyak di luar sana yang takut harga minyak rebound  lebih lanjut pada saat ini. Dan itu mungkin yang memicu akhir short-covering,” kata Phil Flynn, Analis Price Futures Group di Chicago. Beberapa mengatakan minyak bisa lebih rendah lagi. Hedge fund, beberapa pedagang membuat taruhan positif pada minyak mentah AS sejak Februari.

“Harga mungkin bertahan di atas US$ 40 minggu depan, tapi saya yakin kita akan diperdagangkan pada US$ 42 ketika baru WTI bulan depan datang,”  ujar Phil Davis, pedagang di PSW Investasi, San Diego. Dalam sepekan, Brent naik lebih dari 4 persen sedangkan WTI adalah sedikit lebih rendah, terdorong laju harga yang mendekati 6 persen selama dua sesi terakhir. Upaya menyeimbangkan pasar minyak mengalami proses yang panjang dan melelahkan karena negara-negara pengekspor minyak terpukul kemerosotan harga yang terjadi pada 2014-15.

EURUSD

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

 

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

 

EURUSD dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Downside Channel (Bearish). Dimana pergerakan Bearish dimulai sedari Senin 01/08/2016 dari level 1.1173 dengan Intraday High Level sepekan berada di hari Selasa (02//08) di level 1.1232. Hingga penutupan New York Jumat (05/08/2016) di level 1.1086 dengan Intraday Low Level sepekan juga berada di hari yang sama Jumat (05/08) di level 1.1044. Range mingguan sepekan kemarin sebesar 188 pips (lebih kecil 58 pips dari range mingguan sebelumnya 25/07/16 – 29/07/16 yang sebesar 246 pips).

Secara Fundamental, Prospek ekonomi global telah menjadi lebih tidak pasti setelah pemungutan suara Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, Bank Sentral Eropa mengatakan pada hari Kamis (04/08), menegaskan kembali kesiapannya untuk bertindak jika diperlukan untuk mendukung inflasi zona Eropa. Setelah lonjakan volatilitas dibangun dari referendum 23 Juni, pasar keuangan telah kembali ke relatif tenang, namun ekonom telah memperingatkan efek ekonomi sepenuhnya setelah Brexit mungkin belum terwujud. “Volatilitas pasar keuangan menyusul referendum di Inggris Raya pada keanggotaan Uni Eropa telah berumur pendek,” kata ECB dalam buletin ekonomi reguler. “Namun, ketidakpastian tentang prospek global telah meningkat, sementara data yang masuk untuk jalur kuartal kedua untuk aktivitas global dan perdagangan yang tenang.” Survei menunjukkan ekonomi Inggris menyusut pada laju tercepat sejak 2008-09 krisis keuangan dan karenanya Bank of England menurunkan suku bunganya ke level terendah pada hari Kamis di 0.25%. Dengan ekonomi zona euro setelah sebagian besar mengabaikan suara Brexit sejauh ini, ECB menegaskan kembali pada Kamis harapan atas pemulihan “moderat”. Pandangan ini disampaikan oleh kepala bank sentral Jerman, Jens Weidmann, salah satu pembuat kebijakan suku bunga ECB yang paling hawkish.

“Kesan saya adalah bahwa prospek ekonomi untuk kawasan mata uang tidak berubah secara mendasar melalui suara Brexit,” Weidmann mengatakan kepada mingguan Jerman Die Zeit dan harian Italia Corriere della Sera dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis. “Mungkin ada hambatan kecil, tetapi secara umum tren akan terus berlanjut,” katanya, menambahkan masih terlalu dini untuk memberikan perkiraan yang mungkin berarti untuk perkembangan inflasi di masa depan. Investor telah bertaruh ECB akan segera memperpanjang 80-miliar-nya euro program pencetakan uang bulanan yang selesai pada bulan Maret tahun 2017 dan mengubah persyaratan skema untuk menghindari kendala pada pembelian utang. Gema pernyataan kebijakan Juli Presiden Mario Draghi, ECB mengatakan sedang menunggu informasi lebih lanjut, termasuk proyeksi staf baru yang akan diterbitkan pada bulan September, sebelum membuat keputusan apapun terhadap langkah kebijakan baru. “Jika diperlukan untuk mencapai tujuannya, Dewan Pengurus akan bertindak dengan menggunakan semua instrumen yang tersedia dalam mandatnya,” kata bank sentral zona eropa.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Eropa, diantaranya :

1.German Prelim GDP q/qJumat 12/08/2016 13.00 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 1.1131, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1164 – 1.1195 – 1.1228. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 1.1073, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren pelemahan-nya ke area level 1.1041 – 1.1011 – 1.0979.

GBPUSD

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

 

GBPUSD dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Downside Channel (Bearish). Dimana pelemahan dimulai sedari Senin 01/08/2016 dari level 1.3239 dengan Intraday High Level sepekan berada di hari Rabu 03/08 di level 1.3370 hingga harga penutupan New York, Jumat (05/08/2016) WIB di level 1.3104 dan Intraday Low Level sepekan berada di level 1.3019 (di hari yang sama Jumat 05/08). Range mingguan sepekan kemarin sebesar 351 pips (lebih besar 106 pips dibandingkan range mingguan sebelumnya 25/07/16 – 29/07/16 yang sebesar 245 pips).

Secara Fundamental, Bank sentral Inggris memangkas suku bunganya untuk pertama kali dalam 7 tahun sebagai tindakan pertahanan ekonomi negara Inggris yang telah memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa dalam referendum  yang dilakukan tanggal 23 Juni 2016. Keputusan ini diambil oleh Komite Kebijakan Moneter Bank Sentral Inggris (MPC BOE) dalam pertemuan rutin mereka hari Kamis (4/8). Komite Kebijakan Moneter Inggris sepakat untuk memotong suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,25 persen pada tanggal 4 Agustus 2016 setelah sebelumnya berada di posisi 0,50 persen yang berlaku sejak bulan Maret 2009.  Sebelumnya bank sentral Inggris yakin sekali dengan suku bunga  rendah 0,50 persen dapat menopang perekonomian negara ekonomi terbesar kedua kawasan Eropa, namun dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa mengancam perekonomian negara yang masih berkutat pada tingkat inflasi yang rendah.

BOE menyadari dengan memangkas suku bunga ke tingkat terendah sepanjang sejarah ini akan menurunkan biaya pinjaman untuk rumah tangga dan bisnis. Namun, suku bunga mendekati nol kemungkinan akan sulit bagi beberapa bank untuk mengurangi suku bunga deposito lebih jauh, yang mungkin pada gilirannya akan membatasi kemampuan mereka untuk menurunkan suku bunga pinjaman mereka. Dalam rangka untuk mengurangi  kemungkinan diatas, MPC meluncurkan Skema Pendanaan Berjangka (TFS) yang akan menyediakan dana untuk bank dengan bunga yang dekat dengan suku bunga utama. Tindakan kebijakan moneter ini akan membantu memperkuat transmisi penurunan  suku bunga ke ekonomi riil untuk memastikan bahwa setiap rumah tangga dan perusahaan mendapatkan keuntungan dari tindakan MPC. Dalam konferensi pers setelah pertemuan MPC BOE beberapa jam lalu, Gubernur BOE Mark Carney mengatakan bahwa ia takut  jika bank sentral tidak bertindak pasca Brexit, karena kesehatan pasar keuangan dan ekonomi negara Inggris Raya akan berada dalam bahaya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Inggris, diantaranya : 

  1. 1.Manufacturing ProductionSelasa 09/08/2016 15.30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 1.3207, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3359 – 1.3506 – 1.3661 Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 1.3005, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan Pelemahanya-nya ke area level 1.2858 – 1.2710 – 1.2555.


AUDUSD

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

AUDUSD dalam sepekan kemarin ini kembali melanjutkan rallynya selama 2 pekan berturut-turut yang mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Upside Channel (Bullish). Dimana pergerakan rally dimulai sedari Selasa 02/08/2016 dari level 0.7536 dengan Intraday Low Level sepekan di level 0.7488 (di hari yang sama Selasa 02/08) hingga closing New York, Jumat (05/08/2016) WIB di level 0.7621 dan Intraday High Level sepekan berada di level 0.7663 (di hari yang sama Jumat 05/08). Range mingguan sepekan kemarin sebesar 175 pips (lebih kecil 14 pips dibandingkan range mingguan sebelumnya 25/07/16 – 29/07/16 yang sebesar 189 pips).

Secara Fundamental, Bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan  menurunkan tingkat suku bunganya  sebesar 25 basis poin ke rekor suku bunga terendah  1,50 persen. Keputusan yang diambil dalam pertemuan dewan kebijakan RBA hari Selasa (2/8) akan mulai efektif mulai tanggal 3 Agustus 2016. Dalam pertemuan yang dilakukan sejak pagi hari tersebut menyoroti tingkat inflasi yang cukup rendah dalam beberapa waktu, sehingga sangat diperlukan untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka. Sebelumnya suku bunga berada di posisi 1,75% sejak bulan Mei lalu. Setelah pertemuan tersebut, gubernur RBA Glenn Stevens menyatakan pertumbuhan ekonomi Australia masih bergerak moderat dengan penurunan yang sangat besar dalam investasi bisnis dan peningkatan kinerja  ekspor.  Namun  inflasi masih cukup rendah sehingga dengan suku bunga rendah dapat mendukung permintaan domestik dengan nilai tukar yang lebih rendah. Selain itu RBA melihat pertumbuhan kredit untuk tujuan perumahan telah melambat tahun ini sehingga  suku bunga yang lebih rendah akan mengurangi resiko perlambatan pada  pasar perumahan. Merespon kebijakan RBA Selasa siang WIB, Obligasi berjangka Australia menguat untuk tenoR 3 dan 10 tahun naik 4 dan 3 basis poin masing-masing, untuk imbal hasilnya turun 5 basis poin ke 1,827 persen (tenor 10-tahun). Sedangkan bertenor tiga tahun turun menjadi 1,401 persen, level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Australia, diantaranya :

1.RBA Gov Stevens SpeaksRabu 10/08/2016 10.05 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, rally kenaikan AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bearish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bearish pada level 0.7591, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7561 – 0.7529 – 0.7497. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bullish pada level 0.7649, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren Bullish-nya ke area level 0.7684 – 0.7718 – 0.7752.

 

 

XAUUSD

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

Spot Emas dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Downside Channel (Bearish). Dimana pergerakan Bearish dimulai sedari Rabu 03/08/2016 dari level $1362.80 dengan Intraday High Level sepekan berada di level $1367.05 (di hari Selasa 02/08/16), hingga penutupan New York Jumat (05/08/2016) di level $1336.45 dengan Intraday Low Level sepekan berada di hari yang sama Jumat 05/08 di level $1334.50. Range mingguan sepekan kemarin sebesar 325.50 pips atau $32.55 (lebih kecil 102.5 pips atau $10.25 dibandingkan range mingguan sebelumnya 25/07/16 – 29/07/16 yang sebesar 428 pips atau $42.80).

Secara Fundamental, Harga emas memperpanjang kerugiannya di akhir pekan ini, setelah rilis data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan membuat permintaan terhadap safe-haven berkurang, di tengah kekhawatiran Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Melansir laman Reuters, harga emas untuk pengiriman Desember ditutup turun 1,7 persen menjadi US$ 1.344,40 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Ini menjadi penurunan terbesar satu hari sejak 24 Mei. Laporan pekerjaan AS bertambah mencapai 255 ribu pada bulan Juli, mengalahkan ekspektasi ekonom yang sebesar dari 179 ribu dan sinyal bahwa pasar tenaga kerja pada pijakan yang kuat. Data ekonomi yang positif bisa mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada awal September.  Sementara tarif yang lebih tinggi cenderung menyakiti emas, karena logam mulia ini harus bersaing dengan aset yang memberikan imbal hasil ketika biaya pinjaman meningkat.


“Pasar emas sangat dipengaruhi isu dan psikologi. Jumlah pekerjaan yang besar mempengaruhi emas dan menimbulkan reaksi untuk menjual,” jelas Peter Hug, Direktur Perdagangan Global Kitco Metals dalam catatannya. Spekulasi atas kenaikan tarif Fed pada bulan Desember juga telah memperoleh traksi pada bulan lalu. Namun, banyak pedagang meragukan bank sentral akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun ini, dan mengatakan bahwa katalis jangka panjang untuk emas bergerak lebih tinggi di tengah kekhawatiran ekonomi global. “Kami masih harus menghadapi kenyataan bahwa sementara kita terlihat baik, orang-orang di sekitar kita tidak,” kata Ira Epstein, Ahli Strategi Pasar di Grup Linn. Pada hari Kamis 04/08, Bank of England memangkas suku bunga ke level terendah dalam sejarah. Suku bunga di seluruh dunia telah jatuh ke wilayah negatif, memberikan dorongan untuk harga emas tahun ini. Logam mulia telah meningkat lebih dari 26 persen

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 1350.58, kemungkinan harga akan kembali ke level 1361.65 – 1372.73 – 1383.84. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 1331.20, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren pelemahan-nya ke area level 1320.13 – 1309.06 – 1297.16.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *