Upah Pekerja AS Diperkirakan Akan Meningkat Lebih Cepat

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/08/2017 – Upah pekerja AS akan meningkat dengan kecepatan yang mungkin lebih cepat dari perkiraan data saat ini, demikian menurut seorang ekonom bidang ketenagakerjaan terkemuka di bank sentral AS.

Pejabat di Federal Reserve dan ekonom lainnya sekian lama terlihat bingung mengenai pertumbuhan upah yang lamban namun di sisi lain tingkat pengangguran berada di level terendah dalam 16 tahun.

Sebagian pengamat berspekulasi bahwa kurangnya kenaikan gaji yang lebih cepat mungkin menjadi faktor yang menekan inflasi dan menahan rakyat AS dari manfaat sebanyak mungkin dari ekonomi yang sedang berkembang tersebut. Sementara itu sebagian pembuat kebijakan Fed mengatakan bahwa upah yang lamban membuat mereka waspada karena terlalu cepat menekan ekonomi dengan kenaikan suku bunga.

Dalam sebuah posting blog pada hari Senin bertajuk “Berita bagus mengenai pertumbuhan upah”, kepala riset Bank Dunia San Francisco Mary Daly dan profesor ekonomi Universitas Negeri Arizona Bart Hobijn mencatat bahwa pekerja yang baru masuk atau kembali ke pekerjaan penuh waktu biasanya berpenghasilan kurang dari karyawan penuh waktu regular.

Daly dan Hobijn menulis, “Ini berarti bahwa pertumbuhan pekerjaan yang kuat dapat menurunkan upah rata-rata dalam ekonomi dan memperlambat laju pertumbuhan upah.”

Sebuah laporan pemerintah AS pada awal bulan ini menunjukkan bahwa penghasilan mingguan naik pada kecepatan 4,2 persen (annualized) pada bulan Juli, laju tercepat sejak sebelum krisis keuangan 2007-2009. Menurut Daly dan Hibijn, kecepatan seperti itu adalah sebuah perbaikan tapi “kisah mendasar tentang pertumbuhan upah mungkin lebih baik daripada yang disarankan oleh angka utama”.

Daly dan Hobijn juga mengemukakan bahwa pertumbuhan upah sudah terus berlanjut, terutama bagi pekerja yang terus dipekerjakan. Namun pertumbuhan upah secara keseluruhan tertahan karena pekerja yang sebelumnya menganggur atau berstatus pekerja setengah menganggur, kini memulai pekerjaan penuh waktu dan saat para baby boomer yang bergaji tinggi memasuki masa pensiun.

Meskipun demikian data terakhir menunjukkan bahwa dampak tersebut mungkin akan berkurang, juga berpotensi mengindikasikan pertumbuhan upah yang lebih kuat di masa depan, kata mereka di blognya.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: LawKM.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *