Trader Forex Harus Tahu Ini, Semua Tentang Dolar (1)

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/06/2017 – Dunia trading seperti yang kita ketahui memberikan banyak pilihan bagi banyak spekulan. Terutama trading forex. Sering kita lihat juga iklan trading “tanpa komisi”, akses pasar 24 jam, potensi keuntungan yang besar dan kemudahan melakukan simulasi trading melalui akun demo.

Adalah benar bahwa pasar forex sangatlah luas tetapi juga setiap orang yang ingin menjadi trader forex bisa saja melawan ribuan profesional yang bekerja di Bank dan Lembaga Keuangan lainnya. Pasar Forex buka 24 jam dan tidak ada bursa yang terpusat (OTC).

Pasar forex bukanlah diperuntukkan bagi yang tidak mempunyai persiapan matang dan investor harus melakukan analisa sebelumnya. Secara khusus, calon trader perlu memahami dasar-dasar ekonomi dari mata uang utama di pasar dan faktor unik yang mempengaruhi nilainya.

Pengenalan Dolar AS

Sejauh ini, dolar AS adalah mata uang paling signifikan di pasar global. Ini adalah mata uang cadangan yang dominan di dunia dan mewakili hampir setengah dari volume perdagangan mata uang utama. Dolar AS juga menjadi mata uang default untuk sebagian besar transaksi. Mengingat bahwa ekonomi AS merupakan ekonomi tunggal terbesar di dunia (mendekati tiga kali China yang menempati urutan kedua). Menjadi tidak mengherankan bahwa dolar AS memegang peran yang sama.

Tapi berdasar sejarah, dolar AS tidak selalu memegang posisi ini (utama). Sebelum Perang Dunia II, pound Inggris memiliki banyak pengaruh dan prestise yang sama seperti yang dimiliki dolar saat ini. Seiring Amerika Serikat mendominasi wilayah ekonomi paska perang, signifikansi pengaruh dolar meningkat.

Bank sentral Amerika Serikat adalah Federal Reserve. Seperti kebanyakan bank sentral, Federal Reserve bertugas untuk menyeimbangkan antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi. Namun pasar obligasi pemerintah federal AS mempersulit tugas Fed sampai batas tertentu. Obligasi Treasury sangatlah populer di seluruh dunia dan dilihat sebagai proxy untuk investasi bebas risiko.

Suku bunga di Amerika Serikat cukup rendah selama krisis kredit karena Federal Reserve mencoba untuk merangsang ekonomi, namun kekhawatiran tentang defisit anggaran yang terus-menerus tinggi dan hutang nasional yang bertumbuh terus menunjukkan risiko nyata akan tingkat suku bunga yang lebih tinggi di masa depan. Karena ukuran ekonomi AS dan pasar obligasinya, tindakan bank sentral Federal Reserve dapat memiliki efek yang tidak proporsional terhadap suku bunga di seluruh dunia.

(bersambung)

Sumber Gambar: independent.co.uk

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *