Tiga Cara Sederhana Manajemen Risiko

ForexSignal88.com l Jakarta, 03/05/2017 – Hukum investasi yang paling mendasar adalah selalu adanya risiko investasi. Terutama jika kita investasi bisnis trading forex. Seperti kita bahas di artikel terdahulu, bahwa ada High Risk High Return pada bisnis forex. Potensi penghasilan tinggi namun masih ada risiko tinggi yang membayangi. Tidak semua orang mampu menerima risiko tinggi di bisnis Forex Trading. Tapi profitnya pasti mau ya?

Risiko tinggi di bisnis forex tidaklah bisa dihilangkan. Bahkan Fund Manager sekaliber Internasional pun tidak menjamin atau menghilangkan risiko tersebut. Risiko di forex mencakup kemungkinan kehilangan seluruh dana (habis) karena sifatnya yang bergerak secara likuid (cash flow) dan tidak ada cara/metode Holy Grail (Pasti Untung).

Juga haruslah disadari oleh kita semua bahwa bisnis ini bukanlah cara untuk menjadi cepat kaya. Dikarenakan risiko yang disebutkan di atas. Maka dari itu, dibutuhkan pembelajaran yang tepat dan di artikel ini kami perkenalkan Tiga Cara Sederhana Manajemen Risiko dalam trading. Anda juga dituntut untuk meminimalkan risiko dan mengalihkan High Risk High Return ke Managed Risk High Return.

Pertama adalah, CUT LOSS atau disebut memangkas kerugian. Aksi ini dilakukan untuk membatasi kerugian aktual yang terjadi dari posisi kita. Biasanya, arah pergerakan harga berlawanan dengan posisi trading kita.

Contoh, kita Buy GBPUSD di 1.28000 dengan berharap harga GBPUSD bergerak naik hingga target optimal. Namun pada kenyataannya, harga GBPUSD bergerak turun ke 1.27500. Yang kita bisa lakukan adalah membiarkan atau memangkas kerugian agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar. Jika kita lakukan cut loss dengan menutup posisi BUY di 1.27500 maka kerugian kita hanya 50 poin, sebagai antisipasi harga GBPUSD berlanjut turun.

Kedua adalah, AVERAGING yaitu mempertahankan posisi lama dan membuka posisi baru yang sama di saat harga berlawanan arah. Contoh yang sama di atas, mempertahankan buy di 1.28000 dan menambah posisi buy baru di level 1.27500 dengan jumlah lot yang sama. Harapannya adalah harga akan bergerak ke atas sesuai analisa posisi pertama. Dan ketika harga bergerak ke level 1.28000, maka posisi buy di 1.27500 sudah profit 50 poin. Namun kelemahannya adalah jika harga berlanjut turun. Kerugian bisa makin besar.

Ketiga adalah, SWITCHING yaitu menutup posisi lama dan membuka posisi baru yang berlawanan dari posisi yang lama. Contoh, kita buy GBPUSD di 1.28000 dan ketika harga turun ke level 1.27500 maka kita menutup posisi buy di 1.27500 (dalam kerugian 50 poin, Cut Loss) dan membuka posisi sell baru di 1.27500. Artinya harapan harga bergerak ke atas tidak terealisasi dan diantisipasi menjadi harapan harga bergerak turun.

Sumber tulisan: ForexSignal88

Sumber gambar: http://www.การเล่นหุ้น.com/page/40/

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *