Tiga Aturan Manajemen Uang di Trading Forex

ForexSignal88.com l Jakarta, 23/08/2017 – Banyak yang menyebut bahwa sistem trading tidak terlalu perlu – perlu amat tetapi justru aspek psikologis yang menentukan trader tersebut sukses atau tidak sukses. Walaupun pendapat ini ada benarnya jika dikaitkan dengan kedisiplinan yang menempel pada aturan sistem trading, ada juga satu faktor penting sebagai penentu trader sukses yang profitable. Faktor penting itu adalah manajemen uang dan kemampuan untuk melindungi modal trading dan memastikan akun trading bergerak ke arah yang benar untuk jangka panjang.

Manajemen uang memiliki tiga aturan utama dan jika dilakukan akan meningkatkan peluang menjadi trader yang profit konsisten, terlepas dari sistem trading yang digunakan. Meskipun berguna memiliki sistem trading yang sempurna, namun faktanya adalah semua trader mengalami kerugian, apapun sistem trading yang mereka gunakan.

Sebagai langkah pertama untuk membatasi kerugian adalah setiap trading yang dilakukan harus memiliki aturan batasan kerugian. Idealnya adalah tidak lebih dari 2% dari modal seluruhnya di dalam akun. Ya, meskipun terlihat sangat kecil jumlah yang dirisikokan di setiap trading, ini akan berguna bagi trader profesional mengikuti aturan ini sehingga mereka mampu menyerap kemungkinan trading merugi berturut-turut. Untuk akun trading forex yang kecil, trader akan mudah tergoda untuk merisikokan antara 20% – 50% untuk setiap posisi. Sehingga ini akan dengan mudah menguras dana di akun trading jika sistem trading yang digunakan gagal dalam satu kali trading.

Langkah kedua dari manajemen uang yang baik adalah menerapkan RRR untuk setiap posisi trading. Idealnya adalah trading dengan RRR 1:2. Rasio ini membolehkan sistem trading yang digunakan merugi hingga beberapa kali tetapi kondisi keseluruhan akan tetap profit. Rasio 1:2 ini berarti merisikokan sejumlah dana dari potensi kerugian yang lebih kecil dari potensi keuntungan dari trading yang profit. Dengan rasio yang kuat ini jumlah trading yang menguntungkan tidak perlu lebih banyak dari jumlah trading yang merugi.

Langkah ketiga adalah penggunaan stop loss sebagai alat mengurangi kerugian. Sayangnya, sulit bagi trader untuk mampu mengakui atau menerima tradingnya merugi. Penggunaan stop loss ini berguna untuk memastikan bahwa posisi trading yang buruk ditutup secepat mungkin. Salah satu yang paling efektif adalah menggunakan stop loss otomatis yang bisa ditempatkan di pasar saat posisi trading dibuka.

Stop loss dapat bertindak sebagai jaring pengaman melawan pergerakan pasar yang besar dan membatasi kerugian di setiap posisi trading yang merugi pada tingkat jumlah yang sudah ditentukan. Walaupun stop loss tidak menjamin menutup posisi pada harga yang diinginkan ketika terjadi pergerakan harga yang cepat, penggunaannya dapat menghindari godaan “wait and see” dan berharap harga akan kembali sesuai arah trading awal.

Sumber Gambar: alfieland.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *