Tanda-tanda Resesi? FED New York Sampai Suntik Dana Rp 1000 Triliun!

Dalam kasus yang ekstrim, kondisi ini bisa memicu krisis keuangan seperti yang terjadi di Wall Street pada 2008 ketika pasokan pembiayaan overnight mengering diperebutkan institusi keuangan AS. Sebelumnya, Wall Street mempertanyakan kemampuan The Fed mengendalikan pasar keuangan AS setelah pasar repo mencatat kenaikan bunga overnight Fed Funds Rate ke 2,25%, atau batas atas dari kisaran 2-2,25%.

Operasi repo di pasar obligasi lebih “ngeri sedap” karena tingkat bunga repo overnight melonjak hingga menyentuh 8,5%. “Yang lebih mengkhawatirkan saya adalah ketika ada lonjakan suku bunga di sistem keuangan seperti ini, kejadian tak terduga mulai bermunculan.. hal acak yang cenderung memicu krisis keuangan,” tutur Guy LeBas, Kepala Perencana Keuangan Fixed Income Janney Montgomery Scott.

Pelaku pasar di AS berspekulasi bahwa kondisi ini akan memicu The Fed mengaktifkan kembali program pembelian obligasi AS (quantitative easing-nya) yang kontroversial, dan kemungkinan membuat penyesuaian kebijakan lainnya.

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *