Strategi Exit Sederhana di Pasar Forex

ForexSignal88.com l Jakarta, 09/08/2017 – Jika Anda berdiskusi tentang trading, pasti topik pembicaraan yang paling sering adalah pair apa yang bagus untuk ambil posisi (masuk pasar), tetapi jarang mereka berbicara tentang bagaimana atau kapan untuk tutup posisi atau keluar pasar.

Menutup posisi (exit) dari suatu transaksi ini bisa dibilang lebih penting daripada sewaktu ambil posisi(entry), karena tutup posisi-lah yang menentukan apakah Anda berada dalam keuntungan atau kerugian. Mempelajari cara tutup posisi, Anda berpotensi mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ada beberapa metode yang berguna untuk tutup posisi atau strategi exit di pasar forex yang mudah untuk dilaksanakan dan diimplementasikan ke dalam rencana trading Anda.

Stop-Loss

Pertama adalah menempatkan stop-loss order. Ini adalah cara yang sangat umum untuk pengendalian risiko dan menutup posisi jika mencapai level di mana kita tidak ingin merugi lebih banyak. Jika trader membeli EUR/USD pada 1.3000 dan menempatkan stop-loss di 1.2950 berarti trader bersedia untuk risiko 50 pips walau berharap pada potensi profit sebelum stop loss tercapai. Stop-loss diatur pada saat trade berlangsung.

Trailing Stops

Kedua adalah menggunakan Trailing Stops atau stop-loss bergerak. Stop akan bergerak lebih dekat ke poin order sebagaimana pair bergerak ke arah yang trader inginkan. Dengan kata lain, trailing stop bersifat dinamis dan akan berubah dari waktu ke waktu. Seorang trader juga dapat melakukan ini sebagai support dan resistance baru yang terbentuk jika pair bergerak ke arah yang diinginkan oleh trader.

Trailing stop berfungsi untuk mengurangi risiko jika mata uang awalnya bergerak ke arah yang diinginkan trader tapi kemudian gagal untuk menindaklanjuti.

Kombinasi strategi exit (penutupan posisi) hampir tak ada habisnya. Jika satu trader hanya menggunakan trailing stop, trader lain mungkin menggunakan kombinasi waktu, indikator, chart atau pola candlestick untuk membantu menutup posisi. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga keuntungan dan meminimalkan risiko. Dua yang disebutkan di atas adalah yang paling sederhana. Dengan menggunakan metode ini dan mungkin menggabungkannya, mungkin Anda dapat lebih mempertahankan keuntungan dan mengurangi terjadinya kerugian.

Sumber Gambar: empressa-journal.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *