Serial Indikator: Divergensi

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2017 – Divergensi bukanlah sebuah indikator karena tidak terbentuk secara matematis. Namun pembacaan divergensi membutuhkan sebuah indikator dan grafik harga. Sering juga disebut sebagai leading indicator.

Divergensi mengacu pada perbedaan pergerakan antara indikator oscilator, seperti MACD, CCI, RSI, Stochastic, dan lain-lain dengan grafik harga (price action) instrumen keuangan yang mendasarinya.

Pada dasarnya, indikator dan harga akan bergerak dengan arah yang sama dan memiliki bentuk yang mirip dalam pergerakannya. Nah, divergensi muncul atau terjadi ketika harga bergerak membuat posisi tertinggi atau posisi terendah yang lebih tinggi atau rendah sementara indikator oscilator tidak seperti itu. Hal ini mengindikasikan adanya pelemahan dalam pergerakan tren harga dan dapat menjadi tanda bahwa tren yang sedang terjadi bisa segera berakhir. Dengan kata lain, divergensi menunjukkan bahwa ada indikasi pembalikan arah tren yang berpeluang dapat terjadi namun bukan berarti pasti akan terjadi. Untuk alasan ini chartis sering beralih menggunakan garis tren, pola grafik dan pola candlestick sebagai panduan masuk (entry) posisi.

Divergensi dapat berupa positif (bullish) atau negatif (bearish). Atau chartis sering menyebutnya sebagai bullish divergence dan bearish divergence.

Divergensi Positif (Bullish)

Divergensi positif atau bullish terjadi ketika harga sedang mengalami tren turun, saat harga mencetak posisi terendah yang lebih rendah yang tidak dikonfirmasi oleh indikator oscilator. Hal ini mengindikasikan adanya pelemahan dalam tren turun karena seller berkurang atau buyer mulai muncul. Ketika osilator gagal untuk mengkonfirmasi posisi terendah yang lebih rendah pada grafik harga, hal itu dapat membuat posisi terendah yang lebih tinggi, yang lebih signifikan, atau dapat membuat double bottom atau bahkan triple. Yang terakhir ini lebih sering terjadi pada osilator, seperti RSI dan Stochastics yang berada dalam range (0-100) dan kurang sering pada osilator seperti MACD dan CCI yang tidak berada dalam range (0-100).

Divergensi Negatif (Bearish)

Divergensi negative atau bearish terjadi ketika harga sedang mengalami tren naik, saat harga mencetak posisi tertinggi yang lebih tinggi yang tidak dikonfirmasi oleh indikator oscilator. Hal ini mengindikasikan adanya pelemahan dalam tren naik karena buyer berkurang dan seller mulai muncul. Sama dengan divergensi positif, osilator dapat gagal untuk mengkonfirmasi posisi tertinggi yang lebih tinggi pada grafik harga dengan menghasilkan harga yang lebih tinggi, yang lebih signifikan, atau dengan membuat double atau triple top.

Sumber Gambar: way2profits.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *