RBA Mungkin Dapat Pangkas Suku Bunganya di Saat Pasar Perumahan Tetap Dingin

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2017 – Pasar perumahan Australia sedang mengalami pendinginan setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan harga yang pada tahunan telah berkurang separuh sejak Mei, dengan tingkat harga lelang rumah berada di posisi terendah multi tahun di Sydney dan Melbourne juga kredit perumahan yang menurun, bersamaan pula dengan pembatasan yang lebih ketat atas pinjaman hanya bunga (interest-only lending) dari APRA, regulator perbankan Australia, yang diperkenalkan pada bulan Maret.

Perlambatan di pasar perumahan, yang timbul di saat terlihat pelemahan pada sektor rumah tangga Australia seperti yang tercantum dalam laporan PDB Australia baru-baru ini, membuat banyak orang mempertanyakan apakah Reserve Bank of Australia (RBA) harus menaikkan suku bunga mengingat keadaan saat ini, terutama dengan tekanan inflasi yang nyaris nihil.

Alih-alih menaikkan suku bunga, beberapa ekonom bahkan mengusung gagasan bahwa sebaliknya RBA mungkin akan mempertimbangkan untuk memotong suku bunganya karena perlambatan tajam yang terjadi di pasar perumahan tersebut.

George Tharenou dan Carlos Cacho, ekonom di UBS, termasuk yang mendukung gagasan tersebut dan menunjukkan bahwa ketika harga rumah melemah dengan jumlah yang sama di masa lalu, RBA hampir selalu memangkas suku bunganya.

Kedua ekonom tersebut mencatat bahwa pertumbuhan harga nasional pada basis 6 bulanan saat ini berjalan hanya 0,7%, sebuah pertimbangan penting mengingat bahwa selama 30 tahun terakhir ketika harga rumah selama periode 6 bulanan melemah menuju pergerakan mendatar atau negatif, beberapa bulan kemudian RBA memangkas suku bunganya dalam 7 dari 9 siklus.

Selanjutnya timbullah pertanyaan apakah kelemahan saat ini di pasar perumahan akan memperlihatkan pengulangan sejarah seperti di atas?

Jika pertanyaan itu diajukan ke tim ekonomi Australia ANZ Bank, yang dipimpin oleh David Plank, jawabannya hampir pasti tidak.

Menurut Australia ANZ Bank, ada cukup banyak fokus pada penurunan harga inflasi rumah saat ini, dengan beberapa komentator menunjukkan bahwa penurunan serupa di masa lalu telah diikuti oleh penurunan suku bunga RBA.

Meskipun ini mungkin benar, pandangan tersebut mengabaikan perbedaan utama antara siklus saat ini dan kemerosotan yang terjadi sebelumnya. Menurut bank tersebut, secara khusus penurunan sebelumnya pada harga rumah mengikuti kenaikan suku bunga RBA, yang mendorong tingkat suku bunga KPR meningkat tajam.

Mengingat bahwa siklus pengetatan RBA biasanya berdampak lebih luas di seluruh ekonomi daripada hanya pada harga rumah, Australia ANZ Bank berpikir sulit untuk berargumen bahwa perlambatan inflasi harga rumah adalah alasan utama untuk penurunan suku bunga.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Insider

Sumber gambar: WA Property News

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published.