Produksi Minyak AS Turun, Minyak Coba Positif

ForexSignal88.com l Jakarta, 09/06/2017 – Pada perdagangan akhir pekan ini, harga minyak kemungkinan besar masih ingin mencoba menguat lagi dengan dukungan polemik produksi minyak OPEC tidak terlalu membesar kembali.

Sebetulnya masih menjadi latar belakang perjalanan harga minyak dunia sejauh ini, dimana terjadi perseteruan abadi diantara produksi minyak AS dengan pemangkasan produksi minyak OPEC, yang menurut kami kondisi ini bisa berlanjut hingga OPEC dan 10 negara produsen minyak non-OPEC untuk mengevaluasi kembali komitmen pemangkasan produksi minyak pada pertemuan di 30 November nanti.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Juli di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk perdagangan kemarin ditutup melemah $0,01 atau 0,02% di level $45,71 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Agustus di pasar ICE Futures London ditutup melemah $0,17 atau 0,35% di harga $47,89 per barel.

Harga minyak tetap diperdagangkan negatif di hari sebelumnya, berada di level terendahnya kembali, setelah Energy Information Administration Rabu sebelumnya merilis stok minyak pemerintah AS yang mengalami kenaikan tajam. EIA menyatakan bahwa stok minyak AS menjadi 3,3 juta barel pada 2 Juni lalu, mengakhiri 8 minggu stok minyak AS yang selalu negatif.

Investor sangat kuatir dengan stok minyak dunia yang masih terlihat melimpah setelah kemarin EIA juga melaporkan bahwa pihaknya menaikkan proyeksi produksi minyak AS tahun ini dan tahun depan. Untuk 2018, EIA memperkirakan produksi minyak AS naik menjadi 10,01 juta barel perhari atau naik 0,4%, sedangkan tahun ini diperkirakan produksi minyak AS akan naik menjadi 9,33 juta barel perhari atau naik 0,3% dari perkiraan bulan lalu.

Namun terdapat selipan pelaporan EIA yang membatasi gerak negatif minyak dunia kali ini setelah EIA menyatakan bahwa produksi minyak dari 48 negara bagian AS mengalami penurunan produksi minyak sebesar 200 ribu barel perhari, dan merupakan penurunan produksi pertama kalinya di tahun ini.

Rasa keraguan investor kemarin juga terjadi setelah melihat hasil survei S&P Global Platts di Selasa kemarin, menunjukkan bahwa keluaran minyak OPEC bertambah 270 ribu barel perhari menjadi 32,12 juta perhari di Mei lalu, menandai kenaikan bulanan pertama sejak Oktober tahun lalu.

Royal Dutch Shell, sebuah produsen minyak asal Belanda kemarin menyatakan bahwa pengapalan minyak kilang Forcados di Negeria mengalami peningkatan di bulan lalu dan merupakan peningkatan pengapalan pertama kalinya sejak 16 bula sebelumnya.

Kilang Forcados ini memproduksi rata-rata sebesar 200 ribu hingga 240 ribu barel perhari. Seperti kita ketahui Nigeria adalah anggota OPEC, namun dibebaskan dari komitmen pemangkasan produksi minyaknya.

Awal pekan ini Arab Saudi bersama Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar karena mereka menganggap bahwa Qatar merupakan penyokong dana terorisme.

Sejauh ini Kuwait berusaha menjadi mediator untuk mengeliminasi perbedaan pendapat antara Qatar dengan beberapa negara Jazirah Arab tersebut. Dan menurut Menteri Minyak Kuwait, Essam al-Marzouq bahwa Qatar sudah menyatakan tetap patuh untuk menjaga produksi minyaknya sesuai dengan kesepakatan pemangkasan produksi minyak OPEC sebelumnya.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: DreamGains

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *