Presiden Fed Chicago Melihat Ada Hasil yang Meleset dari Kebijakan

ForexSignal88.com l Jakarta, 25/05/2017 – Dalam sambutannya di Tokyo pada hari Kamis ini, Presiden Federal Reserve regional Chicago Charles Evans mengisyaratkan sikap hati-hati terhadap kenaikan suku bunga AS, dengan mengatakan bahwa inflasi AS yang masih berada di bawah sasaran adalah “sebuah hasil yang secara serius meleset dari kebijakan”.

Menurut Evans saat berbicara di sebuah konferensi yang disponsori oleh Bank of Japan dan The Institute for Monetary and Economic Studies, di saat ekonomi AS yang saat ini memiliki tingkat pengangguran 4,4 persen dan telah kembali ke kondisi full employment (lowongan kerja terisi penuh), inflasi terus bertengger di bawah target 2 persen The Fed selama delapan tahun.

“Saya yakin [dengan] menunjukkan komitmen yang kuat terhadap tujuan kami, dengan berusaha lebih keras untuk mencapai sasaran inflasi simetris kami lebih cepat adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Evans.

Evans tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana usaha tersebut harus diterjemahkan ke dalam kebijakan suku bunga dan dia tidak memberikan perkiraan baru untuk prospek ekonomi AS.

Namun Evans, yang menjadi anggota dewan kebijakan The Fed yang memiliki hak suara pada kebijakan moneter AS di tahun ini, mengisyaratkan bahwa pilihannya adalah jalur kenaikan suku bunga yang lambat.

Dia berargumen bahwa para bankir bank sentral yang bersikap konservatif khawatir secara berlebihan saat mereka melihat rekan kerja lainnya yang akan berusaha untuk menjaga agar tingkat pengangguran tetap rendah, dan untuk mengkompensasi kesalahan membaca situasi ini para bankir konservatif itu harus melanjutkan kondisi yang terlalu terbatasi dan akan menghasilkan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.

Menurutnya, para bankir konservatif itu akan menemui kesulitan untuk membawa inflasi ke atas tujuan kebijakan. Jika target inflasi menjadi plafon (batasan atas) dengan cara seperti ini maka akan semakin sulit untuk mencapainya.

Dia juga merujuk pada sebuah hasil penelitian, yang diterbitkan pada awal minggu ini oleh beberapa rekan penulisnya, yang menyarankan bahwa bank sentral harus melangkah lebih lambat pada kenaikan suku bunga daripada yang mungkin diharapkan.

Dengan suku bunga masih di bawah 1 persen, kejutan berikutnya bisa memaksa The Fed untuk menurunkan suku bunga kembali menjadi nol dan menerapkan strategi seperti pembelian obligasi untuk memberikan stimulus yang dibutuhkan ekonomi, walaupun strategi semacam itu tidak memberikan hasil sesukses langkah pemotongan suku bunga dan merupakan sebuah langkah yang kontroversial untuk dilaksanakan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, para peneliti itu berpendapat bahwa The Fed mungkin harus menaikkan suku bunga dengan sangat lambat, tidak hanya pada tahun ini dan tahun selanjutnya, namun sampai tingkat suku bunga kembali ke sasaran jangka panjangnya yaitu di 3 persen.

Sumber berita: ForexSignal88, Investing, Reuters

Sumber gambar: Business Insider

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *