Pola Grafik Kontinyu : Cup and Handle

ForexSignal88.com l Jakarta, 05/09/2017 – Pola Cup and Handle (cangkir dan pegangannya) adalah pola kontinyu bullish yang pertama kali diidentifikasi oleh William O’Neil dan diperkenalkan di buku terlarisnya, How to Make Money in Stocks: A Winning System in Good Times and Bad, yang saat ini berada di edisi keempat. Menariknya, pola ini muncul pada grafik garis, batang dan candle, serta grafik Point-and-Figure. Ini adalah pola jangka panjang dan lebih sesuai dengan timeframe yang lebih lama, seperti grafik harian dan mingguan. Hal ini jarang terlihat pada grafik yang lebih pendek dan intraday.

Pola Cup and Handle muncul dalam tren naik dan terdiri dari dua bagian: cangkir dan pegangannya:

   Bentuk cangkir (cup) terbentuk ketika serangkaian penurunan harga yang tidak terlalu cepat menyela gerak tren naik dan diikuti oleh kenaikan ke level yang sama atau mendekati level sebelum penurunan. Ini mungkin berbentuk seperti mangkuk atau dasar pembulatan (setengah lingkaran) tapi tidak boleh berbentuk V karena harus membentuk area konsolidasi atau area support yang signifikan. Idealnya, penurunan ini harus terkoreksi (retrace) hingga 1/3 dari kenaikan sebelumnya dan koreksi ini tidak boleh melebihi dari 2/3 dari kenaikan sebelumnya.

   Bentuk pegangan cangkir (handle) adalah merupakan trading range atau area konsolidasi yang berkembang setelah bentuk cup selesai. Ini mungkin berupa flags bullish atau pennants atau pullback pendek. Idealnya, handle harus retrace atau terkoreksi tidak lebih dari 1/3 ke dalam kedalaman cangkir. Semakin pendek retracement dalam hal waktu dan jarak, semakin besar peluang bullish dari pola cup and handle ini.

Pola ini selesai saat aksi harga (PA) menembus level resistance yang dibentuk oleh puncak yang membentuk bibir cangkir (cup).

Sinyal Entri

Pola Cup and Handle memberi sinyal entri buy, saat harga menembus ke atas resistance yang terbentuk di bagian atas cangkir. Seperti situasi di mana support atau resistance ditembus, gerak breakout idealnya harus disertai dengan peningkatan volume yang signifikan. Jika volumenya tidak meningkat, probabilitas terjadinya false breakout meningkat. Untungnya, harga seharusnya tidak masuk ke level yang lebih rendah dari 1/3 kedalaman cangkir (cup), sehingga dapat menjadi level yang baik untuk menempatkan level stop.

Proyeksi harga

Proyeksi harga untuk pola cup and handle dapat dihitung dengan mengukur kedalaman cangkir, yaitu dari puncak di bagian atas cangkir sampai bagian bawah cangkir. Kedalaman ini kemudian dapat ditambahkan ke level breakout untuk mengetahui harga proyeksi yang harus dicapai sebagai target harga minimum untuk pola ini.

Sumber Gambar: youtube.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *