Peningkatan Stimulus ECB Menguatkan Euro dan Menekan Dollar

 

Mata uang ini naik selama delapan sesi berturut-turut. Dolar telah melemah selama dua minggu terakhir karena sentimen risiko meningkat dan saham-saham melompat didukung optimisme bahwa krisis ekonomi terburuk dari Virus Corona telah berlalu. 

Namun demikian, reli saham tampaknya kehabisan tenaga pada Kamis (4/6/2020), dengan perdagangan Wall Street lebih rendah menjelang laporan data ketenagakerjaan pada Jumat. 

Data AS pada Kamis (4/6/2020) menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun di bawah dua juta minggu lalu untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret, tetapi tetap luar biasa tinggi karena perusahaan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang telah banyak berubah oleh COVID-19.  

Dolar menguat 0,20 persen terhadap safe-haven yen Jepang menjadi 109,11 yen, setelah sebelumnya naik menjadi 109,16, tertinggi sejak 7 April. 

Dolar Australia, yang telah menjadi salah satu pemain terbaik baru-baru ini karena peningkatan selera risiko, naik 0,26 persen menjadi 0,6937 dolar AS, setelah menguat setinggi 0,6987 dolar AS, tertinggi sejak 3 Januari. Sterling juga menguat 0,31 persen menjadi 1,2611 dolar, setelah sempat mencapai 1,2633 dolar, tertinggi sejak 30 April. 

Sumber: Reuters.Com, Marketwatch.Com, Cnbc.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *