Pemilu Inggris Tekan Yen dan Dolar Australia

ForexSignal88.com l Jakarta, 09/06/2017 – Pada perdagangan jelang pasar Eropa dibuka, dolar AS menekan terhadap mata uang Asia Pasifik, setelah kondisi politik di AS agak mereda pasca ungkapan James Comey semalam.

USDJPY untuk sementara berada di level 110,37 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 110,04. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7530, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7544. Untuk mata uang China, yuan, atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,7869 setelah tadi pagi ditutup di level 6,7776.

Tekanan terhadap dolar AS sudah berhasil dihilangkan investor pasar uang setelah pernyataan James Comey pemeriksaan dirinya oleh Senat Intelijen AS semalam sehingga investor berusaha mendekati mata uang AS tersebut.

Seperti kita ketahui bahwa Comey menyatakan bahwa dirinya ditekan oleh Trump mengenai penyelidikan dugaan kecurangan Donald Trump dalam pemilihan presiden November tahun lalu yang diduga mendapatkan bantuan intelijen Rusia. Namun tampaknya senat hanya menganggap pernyataan Comey bukanlah sebuah peristiwa yang perlu ditindaklanjuti sehingga kemungkinan besar kelanggengan tampuk kekuasaan Trump masih aman-aman saja.

Sebelumnya investor kuatir, bila Trump lengser, maka masa depan reformasi ekonomi yang ambisius dan pro terhadap pertumbuhan ekonomi AS akan terbengkalai dimana masa depan ekonomi AS yang membaik juga tidak jelas kelanjutannya sehingga muncul ancaman resesi kembali.

The Fed seharusnya minggu depan menaikkan kembali suku bunganya, namun investor sudah tidak tertarik lebih jauh dengan masalah suku bunga the Fed, dimana investor lebih memperhatikan nasib Trump itu sendiri.

Kembali ke Asia, Jepang siang tadi melaporkan kondisi kegiatan industri Jepang dengan hasil yang lebih baik daripada bulan sebelumnya. Tetapi yen tetap tertekan terkait dengan peristiwa pemilu Inggris yang kemungkinan besar dimenangkan oleh lartai Konservatif, namun kemungkinan besar pula Theresa May akan mundur dari jabatan perdana menteri Inggris.

Sedangkan dolar Australia juga mengalami tekanannya setelah sehari sebelumnya data surplus neraca perdagangan Australia mengalami penurunan yang sangat tajam dari surplus AUD$3,17 milyar menjadi AUD$0,56 milyar dan masih dibawah perkiraan pasar AUD$1,91 milyar. Penurunan drastis ini disebabkan oleh sisi ekspor batubara yang cukup besar di bulan lalu setelah pelabuhan di Queensland mengalami kerusakan akibat badai siklon sehingga pengiriman dan kualitas batubara Australia menurun pula.

Yuan sendiri sedang tertekan sejenak setelah inflasi di tingkat produsen China mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Namun cadangan keuangan bank sentral China mengalami peningkatan akibat dari penyesuaian pematokan mata uangnya terhadap dolar AS sehingga PBOC dapat menghemat injeksi ke pasar uang dunia.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Forex Factory, FXStreet, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: quartz

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *