Nuansa Pelemahan Yen Berlanjut, Dolar Australia Bergerak Ringan

ForexSignal88.com l Jakarta, 11/07/2017 – Pada perdagangan pasar uang hingga jelang pasar Eropa dibuka, dolar AS nampaknya mulai menegakkan tekanannya yang ringan-ringan saja kepada mata uang Asia Pasifik sambil menantikan testimoni Yellen dan Beige Book di minggu ini.

USDJPY untuk sementara berada di level 114,36 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 114,02. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7612, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7605. Untuk mata uang China, yuan, atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,8072 setelah tadi pagi ditutup di level 6,8041.

Tekanan dari dolar AS terhadap mata uang utama Asia nampaknya masih perlahan-lahan di hari ini dengan tetap melanjutkan tren positif greenback khususnya terhadap yen seperti di akhir pekan lalu.

Buyback sejenak dolar Australia dan short-selling sejenak di China yuan terjadi dengan dukungan pasca data inflasi China yang rilis kemarin dengan hasil masih di angka yang sama di periode sebelumnya yaitu 1,5%. Ini merupakan pertanda bahwa situasi pasar atau ekonomi di Negeri Tirai Bambu tersebut masih hangat, artinya permintaan barang dan kegiatan ekonomi di China masib besar sehingga China masih butuh produk-produk tambang Australia.

Seperti kita ketahui bahwa Australia merupakan pemasok utama kebutuhan energi dan bahan baku industri lainnya bagi China seperti bijih besi, batubara dan minyak, sehingga perekonomian Australia memang masih tergantung dengan perkembangan ekonomi China. Penguatan dolar Aussie kali ini juga didukung kembali membaiknya harga minyak di perdagangan semalam hingga siang ini.

Data tenaga kerja AS akhir pekan lalu masih membaik sehingga hal ini bisa diartikan bahwa kondisi tenaga kerja yang masih ketat terjadi di AS, dan dapat secara otomatis bisa membangkitkan belanja konsumen dan akhirnya juga akan mendukung perlahan-lahan laju pertumbuhan dan laju harga atau inflasi AS. Prospek ekonomi AS yang bagus itulah yang membuat greenback hingga siang ini menghalangi posisi beli kembali dari mata uang utama Asia khususnya yen.

Sedangkan yen sejauh pergerakan hari ini masih melanjutkan kondisi tertekannya dan terlemah sejak pertengahan Mei lalu sehingga ini merupakan perwujudan lanjutan pelemahan mata uang Jepang yang sepanjang perdagangan minggu lalu telah meredup lebih dari 15%. Usaha Bank of Japan untuk tetap melakukan pembelian kembali obligasi Japanese Government Bond membuat investor yakin bahwa carry trade yen akan terjadi di periode mingguan ini.

Dan usaha stimulus ekonomi bank sentral Jepang tersebut dipertegas oleh pernyataan Kuroda, bahwa pihaknya masih menginginkan paket stimulus tersebut untuk digunakan memperbaiki kondisi ekonomi Jepang yang masih melemah.

Jalan yang ditempuh Kuroda tersebut memang ada benar dan nyata keadaannya setelah data pesanan mesin pabrik Jepang kemarin dinyatakan menurun melanjutkan periode buruknya bagi masa depan investasi di bidang industri Jepang.

Faktor menantikan Yellen serta data-data ekonomi penting AS di minggu ini cukup lental terasa dalam volume perdagangan pasar uang yang tidak terlalu besar, karena potensi kegiatan di AS tersebut masih dapat melanjutkan tren positif dolar AS di minggu lalu.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, forexsignal88

Sumber gambar: business insider

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *