Minyak Cerah Kembali

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/07/2017 – Pada perdagangan hari ini, harga minyak kemungkinan besar masih ingin menguat kembali sebagai bagian aksi beli kembali dengan dukungan dari data stok minyak pemerintah AS nanti malam.

Namun penguatan tersebut harus terus dipertanyakan pasar karena seperti kita ketahui bahwa sepanjang perdagangan tahun ini, harga minyak dunia sudah mengalami penurunan hampir 16%. Hal ini disebabkan adanya persaingan diantara produksi minyak AS dengan pemangkasan produksi minyak OPEC, yang menurut kami kondisi ini bisa berlanjut hingga OPEC dan 10 negara produsen minyak non-OPEC untuk mengevaluasi kembali komitmen pemangkasan produksi minyak pada pertemuan di 30 November nanti.

Turunnya stok minyak di Eropa dan produksi minyak AS di tahun depan, membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Agustus di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk perdagangan kemarin ditutup menguat $1,36 atau 3,06% di level $45,75 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak September di pasar ICE Futures London ditutup menguat $1,29 atau 2,75% di harga $48,17 per barel.

Pergerakan harga minyak di perdagangan di semalam sangat bergejolak namun mengarah ke penguatan kembali harga minyak setelah Euroilstocks menyatakan bahwa persediaan minyak Eropa terutama bahan bakar diesel mengalami penurunan meski produksi kilang minyak Eropa khususnya di negara-negara Skandinavia mengalami peningkatan produksi.

Rilisnya data stok minyak Eropa ini muncul sebelum stok minyak AS akan dirilis hari ini. Menurut Thomson Reuters bahwa persediaan minyak pemerintah AS akan mengalami penurunan stok sebesar 3,2 juta barel dan bahan bakar minyak akan turun sekitar 1,5 juta barel di minggu lalu.

Dukungan kenaikan harga minyak juga muncul dari ini usaha OPEC untuk menginginkan harga minyak berhasil membaik dimana Libya dan Nigeria akan diundang dalam pertemuan di Rusia di 24 Juli ini yang akan membahas mengenai penilaian ulang terhadap pemangkasan produksi minyak 1,8 juta barel perhari. Diharapkan undangan tersebut dapat menghasilkan komitmen baru terhadap pemangkasan produksi minyak sehingga Libya dan Nigeria ikut serta didalamnya.

Menteri Minyak Nigeria sepertinya agak keberatan dengan undangan tersebut karena mereka menginginkan OPEC untuk melihat situasi keamanan dan ketidakstabilan politik di negeri penghasil minyak dari Afrika tersebut. Seperti kita ketahui bahwa produksi minyak Nigeria hingga sekarang mencapai 1,6 juta barel perhari, atau naik 200 ribu barel perhari sejak Oktober tahun lalu.

Libya juga akan diikutsertakan dalam pemangkasan produksi minyak OPEC demi perbaikan harga minyak dunia. Libya sendiri mempunyai besaran produksi sebesar 1 juta barel perhari atau sudah naik 400 ribu barel perhari sejak perhitungan dari Oktober tahun lalu.

Kenaikan minyak perlu dicermati secara hati-hati karena hampir semua lembaga keuangan dunia maupun lembaga dunia yang mempunyai hubungan dekat dengan kegiatan perminyakan sepakat bahwasanya perkiraan harga minyak yang sebelumnya diatas $50 perbarel diturunkan menjadi dibawah $50 perbarel, dengan alasan bahwa komitmen OPEC sulit menandingi kebringasan produksi minyak AS serta konsumsi minyak dunia yang kurang bersemangat.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: YouTube

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *