Minyak Bertahan Jelang Pelantikan Trump

ForexSignal88.com l Jakarta, 20/01/2017 – Harga minyak hari ini ditutup menguat semalam dan pagi ini berusaha kembali bertahan dari gempuran aksi ambil untung.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Februari di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara pagi ini naik 0,7% setelah semalam ditutup naik 29 sen atau 1,10% di level $51,37 per barel.

Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Maret dipasar ICE Futures London sementara naik 0,8% setelah semalam ditutup turun 34 sen  atau 0,52% di harga $54,26 per barel.

Meski harga minyak berlangsung positif, namun persediaan minyak AS terlihat masih tinggi dibanding minggu sebelumnya setelah Badan Informasi Energi atau EIA menyatakan pasar minyak telah mengetat bahkan ini terjadi sebelum kesepakatan pemangkasan minyak OPEC belum ditandangani.

Efek keberhasilan pemangkasan produksi minyak OPEC menurut EIA juga dinyatakan terlalu cepat untuk dinilai hasil positif bagi harga minyak, karena faktor kepatuhan para anggota OPEC untuk memangkas produksinya masih terus dipertanyakan.

Penyebab harga yang masih tinggi ini adalah stok minyak negara-negara maju terus mengalami penurunannya. EIA menyatakan stok minyak negara maju hingga November lalu telah turun selama 4 bulan terakhir. Diperkirakan juga Desember juga akan hal yang serupa.

Rencananya menurut EIA, Energy Information Administration, tahun depan produksi minyak AS akan naik 41%. Perkiraan EIA yang lain bahwa produksi oil shale AS bulan Februari akan naik menjadi total 4,75 juta barel perhari. Sedangkan jumlah produksi shale oil atau kilang minyak AS Januari ini telah naik dari 4,54 juta barel per hari menjadi 4,71 juta barel perhari.

Itulah yang menjadi alasan produksi shale AS atau pengeboran minyak AS terus meningkat akhir-akhir ini. Simpanan minyak mentah AS semalam dilaporkan naik 2,3 juta barel di minggu lalu menjadi 485,5 juta barel, atau di atas perkiraan pasar yang turun 342 ribu barel.

Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammed Barkindo beberapa waktu lalu dalam pertemuan World Economic Forum di Davos, menekankan kembali kepada pasar global bahwa usaha OPEC sejauh ini berhasil mengangkat harga minyak, namun usaha ini bisa sia-sia jika AS tetap menaikkan produksinya.

Investor minyak menganggap usaha OPEC untuk mengangkat harga melalui pemangkasan produksi, maka pihak AS harus melakukan penyeimbangan produksi. Padahal Barkindo telah menyatakan bahwa harga minyak masih jauh dari titik ‘equilibrium’.

Tarik ulur tak seimbangnya produksi dari OPEC dengan AS ini mencuatkan harapan bahwa OPEC harus lebih besar lagi pemangkasan produksinya. Ke 24 negara yang kemarin menyepakati pemangkasan tersebut harus bertemu dan harus pula memangkas produksi minyak lebih dari 1,8 juta barel perhari demi kenaikan harga minyak kembali.

Fokus pergerakan akhir pekan ini berada pada data sentimen AS dan pelantikan Trump.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters, Bloomberg

Sumber gambar: Getty

{loadposition socialshare}


Artikel Terkait Lainnya

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *