Mengukur Sentimen Pasar Forex

ForexSignal88.com l Jakarta, 09/08/2017 – Perdagangan Forex (Trading Forex) menjadi pasar terbesar dengan nilai transaksi hingga $ 5,5 miliar setiap harinya. Trading di pasar forex ini digerakkan oleh faktor fundamental yang memberikan gambaran sentimen pasar dan dilengkapi oleh faktor teknikal yaitu bentuk grafis dari pergerakan harga di pasar forex. Identifikasi atau mengukur sentimen di pasar forex menjadi nilai tambah bagi trader dalam membuat trading plan. Walau sentimen didapat dari analisa fundamental (non-kualitatif) namun yang dimaksud mengukur sentimen di pasar forex di sini adalah dari sudut pandang teknikal (kuantitatif).

Mengukur sentimen di pasar forex secara teknikal dapat dilakukan menggunakan Indikator Sentimen. Yaitu sebuah alat bantu teknikal untuk mengingatkan trader pada kondisi ekstrim (puncak atau lembah) dan kemungkinan identifikasi pembalikan harga (reversal).

Indikator Sentimen dapat berupa persentase, atau data mentah, berapa banyak trader yang telah mengambil posisi tertentu dalam suatu pair. Sebagai contoh, jika ada 100 trader melakukan trading suatu pair, maka akan terlihat 60 trader melakukan buy dan 40 trader melakukan sell. Atau dalam persentase adalah 60% berperan sebagai buyer dan 40% berperan sebagai seller dalam total trading dalam suatu pair.

Ketika persentase trader dalam satu posisi mencapai tingkat yang ekstrim, disinilah peran indikator sentimen. Contoh lagi, jika pair tersebut terus meningkat, dan akhirnya 90 buyer dari 100 trader (10 seller), hanya ada sedikit trader yang tersisa untuk terus mendorong tren naik. Indikator sentimen menunjukkan saatnya untuk mulai memantau level pembalikan harga (reversal).

Indikator Sentimen bukan merupakan signal dimana kita harus buy atau sell. Tunggu harga untuk mengkonfirmasi pembalikan arah sebelum bertindak pada sinyal sentimen. Suatu pair bisa berada di level ekstrim (tertinggi atau terendah) untuk jangka waktu yang lama, dan mungkin tidak akan ada pembalikan harga sama sekali.

“Level ekstrim” akan bervariasi untuk tiap pasangan mata uang. Jika harga suatu pair secara historis berbalik arah pada saat pembelian mencapai 75%, lalu ketika jumlah pembelian mencapai tingkat yang sama seperti sebelumnya, kemungkinan pair tersebut berada pada level ekstrim. Anda harus memperhatikan tanda-tanda pembalikan harga. Jika pair lainnya secara historis berbalik arah pada kisaran 85% dari trader yang melakukan order sell, maka Anda akan melihat pembalikan harga tersebut.

Indikator Sentimen tersedia dalam bentuk yang berbeda dan dari sumber yang berbeda. Atau jika ini indikator oscillator maka bisa diartikan sebagai level overbought dan oversold.

Sumber Gambar: cashbackforex.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *