Mengidentifikasi Pembalikan Arah Tren

ForexSignal88.com l Jakarta, 08/01/2018 – Gerak pembalikan arah tren sering disebut sebagai reversal. Mari kita bedakan antara retracements dan reversals secara tepat. Ini memungkinkan untuk dapat mengurangi jumlah kerugian perdagangan dan bahkan membuat Anda menang dalam beberapa perdagangan.

Mengklasifikasikan pergerakan harga sebagai retracement (koreksi) atau reversal (pembalikan arah) sangat penting. Ada beberapa perbedaan utama dalam membedakan perubahan harga sementara retracement dari pembalikan arah tren jangka panjang.

Retracements

  • Biasanya terjadi setelah pergerakan harga yang sangat besar
  • Pembalikan jangka pendek dan jangka pendek
  • Fundamental (yaitu, lingkungan makro ekonomi) TIDAK berubah
  • Dalam tren naik, minat beli hadir, sehingga membuat harga rally. Dalam tren turun, minat jual hadir, membuat harga turun.

Reversals

  • Bisa terjadi kapan saja
  • Pergerakan harga jangka panjang
  • Fundamental berubah, yang biasanya merupakan katalisator untuk pembalikan arah jangka panjang
  • Dalam tren naik, ada sedikit minat beli yang memaksa harga turun lebih rendah. Dalam tren turun, ada sedikit minat jual yang memaksa kenaikan harga lebih lanjut.

Ada alat yang bisa digunakan untuk mengukur retracement yaitu menggunakan Fibonacci retracement. Cara yang populer untuk mengidentifikasi retracements adalah dengan menggunakan level Fibonacci.

Untuk sebagian besar pergerakan harga, koreksi harga bertahan di level Fibonacci retracement 38,2%, 50,0% dan 61,8% sebelum melanjutkan tren secara keseluruhan.

Jika harga melampaui tingkat ini, mungkin sinyal bahwa pembalikan arah (reversal) tren terjadi.

Analisis teknikal bukanlah ilmu pasti, yang berarti tidak ada yang pasti. Terutama di pasar forex.

Cara lain untuk melihat apakah terjadi pembalikan arah adalah dengan menggunakan level pivot.

Dalam tren naik, trader akan melihat sejumlah level support yang lebih rendah (S1, S2, S3) dan menunggu sampai turun.

Dalam tren turun, trader akan melihat resistance yang lebih tinggi (R1, R2, R3) dan menunggu sampai ditembus.

Jika terjadi penembusan, pembalikan arah bisa terjadi.

Cara terakhir adalah menggunakan garis tren. Bila garis tren utama ditembus, pembalikan arah mungkin terjadi.

Dengan menggunakan alat teknikal ini bersamaan dengan pola bagan candlestick yang telah dibahas sebelumnya, trader forex mungkin bisa mendapatkan probabilitas pembalikan arah tren yang tinggi.

Meskipun metode ini dapat mengidentifikasi pembalikan arah, itu bukan satu-satunya cara. Namun, tidak ada yang bisa menggantikan praktik dan pengalaman.

Sumber Gambar: forexindicator.org

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *