Mengenal Lebih Dekat Gaya Trading Scalping

ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2017 – Scalping tidak selalu cocok dengan gaya trading setiap orang. Trader yang melakukan scalping sering disebut scalper dan pola pikir mereka berlawanan dengan pola pikir trader kebanyakan. Pola pikir “Let the profit runs” ini tidak berlaku bagi scalper yang lebih mementingkan profit kecil tapi banyak sehingga akan sukses jika rasio jumlah trading yang profit lebih besar dari jumlah trading yang merugi.

Seorang scalper murni akan melakukan sejumlah posisi trading dalam sehari, antara 10 hingga seratus trading dalam sehari. Kebanyakan scalper biasanya menggunakan grafik 1 menit-an. Karena menggunakan grafik dengan timeframe kecil maka scalper harus melakukan setup yang ketat terutama strategi exit-nya. Tipe eksekusi order yang instan dari broker (tanpa re-quote) sangatlah krusial bagi scalper sehingga tipe broker yang memiliki akses langsung pada harga merupakan senjata utama scalper.

Sedangkan trader yang ingin melakukan scalper dengan timeframe lain (lebih besar) dapat menggunakan pendekatan teknik tambahan. Teknik yang paling jelas digunakan adalah scalping ketika pasar terkunci dalam kisaran sempit. Ketika tidak ada tren di grafik timeframe besar, lalu berpindah melihat timeframe lebih kecil untuk scalping.

Cara lain untuk scalping menggunakan timeframe besar adalah melalui konsep “umbrella”. Konsep ini bisa dilakukan dengan cara berikut:

  1. Anda membuka posisi trading utama menggunakan timeframe besar.
  2. Seiring posisi trading utama berjalan, Anda melakukan analisa dan setup di timeframe yang lebih kecil se-arah dengan posisi trading utama. Masuk dan Keluar dengan prinsip scalping.

Jadi secara praktis sistem trading apapun, berdasarkan setup yang baik, dapat digunakan untuk tujuan scalping. Dalam hal ini, scalping dipandang sebagai metode manajemen risiko.

Pada dasarnya setiap transaksi bisa berubah menjadi scalping dengan menentukan RRR (Reward Risk Ratio) setidaknya 1:1. Artinya besaran profit setara dengan besaran rugi yang dituangkan dalam rencana trading (setup trading). Sebagai contoh setup, jika Anda akan trading BUY EURUSD pada level 1.12000 dan memasang stop di level 1.11950, risiko 5 pips maka posisi profit akan dilikuidasi jika sudah mencapai level 1.12050. Target juga 5 pips. Inilah yang disebut RRR 1:1.

Sumber Gambar: tastytrade.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *