Mengenal Delapan Bank Sentral Utama (3)

ForexSignal88.com l Jakarta, 15/06/2017

Bank Sentral Kanada (BoC)

Keputusan kebijakan moneter di Bank of Canada dibuat dengan sebuah keputusan konsensus oleh Governing Council, yang terdiri dari gubernur Bank of Canada, deputi gubernur senior dan empat wakil gubernur.

Bank Sentral Kanada bertugas untuk mempertahankan integritas dan nilai mata uang. Bank sentral memiliki target inflasi 1-3%, dan telah melakukan pekerjaan dengan baik untuk menjaga inflasi di dalam range tertentu sejak tahun 1998.

BoC dijadwalkan untuk melakukan rapat kebijakan hingga delapan kali dalam setahun.

Bank Sentral Australia (RBA)

Komite kebijakan moneter Reserve Bank of Australia terdiri dari gubernur bank sentral, wakil gubernur, sekretaris bendahara dan enam anggota independen yang ditunjuk oleh pemerintah.

RBA bertugas untuk memastikan stabilitas mata uang, pemeliharaan lapangan kerja, kesehatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Australia. Bank sentral mentargetkan inflasi 2-3% per tahun.

RBA dijadwalkan melakukan rapat kebijakan hingga sebelas kali dalam setahun dan biasanya pada hari Selasa pertama setiap bulan.

Bank Sentral New Zealand (RBNZ)

Tidak seperti bank sentral lainnya, RBNZ dalam pengambilan keputusan terhadap kebijakan moneter pada akhirnya terletak pada gubernur bank sentral.

RBNZ bertugas untuk menjaga stabilitas harga dan untuk menghindari ketidakstabilan output, suku bunga dan nilai tukar. RBNZ memiliki target inflasi 1,5% dan berfokus pada target, karena kegagalan untuk mencapainya bisa mengakibatkan pemberhentian gubernur RBNZ.

RBNZ dijadwalkan melakukan rapat kebijakan hingga delapan kali dalam setahun.

Nah, setelah Anda tahu lebih banyak tentang bank sentral, tugasnya dan pengambil keputusan di masing-masing bank sentral utama, Anda sudah bisa memprediksi pergerakan bank sentral dengan lebih baik.

Bagi banyak bank sentral, target inflasi adalah kunci. Jika inflasi, yang umumnya diukur dengan Indeks Harga Konsumen (CPI), berada di atas target bank sentral, maka Anda tahu bahwa hal itu akan memiliki pengaruh terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Dengan cara yang sama, jika inflasi jauh di bawah target, bank sentral akan mencari cara untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Menggabungkan kebijakan moneter relatif dua bank sentral adalah cara yang tepat untuk memprediksi kemana arah pasangan mata uang. Jika satu bank sentral menaikkan suku bunga sementara yang lain mencengkeram status quo, pasangan mata uang tersebut diperkirakan bergerak ke arah selisih suku bunga (kecuali keadaan yang tidak terduga).

Sumber Gambar: wit-invest.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *