Membangun Strategi Trading Forex (1)

ForexSignal88.com l Jakarta, 22/06/2017 – Forex dulunya adalah pasar yang hanya tersedia untuk pemerintah, bank sentral, bank komersial dan investasi dan investor institusi lainnya seperti pengelola hedge fund. Hari ini, siapapun dan dimanapun bisa melakukan trading forex. Termasuk kontrak futures mata uang, futures opsi dan pasar forex over-the-counter (OTC) yang desentralisasi.

Setelah seorang trader forex memutuskan dimana dan instrumen apa saja yang akan ditransaksikan, selanjutnya adalah membangun strategi trading forex yang akan digunakan sebelum meresikokan modal trading. Trader yang berhasil juga harus menentukan strategi exit dan taktik manajemen risiko untuk digunakan jika pasar melawan posisi trading. Di sini kita melihat bagaimana membangun strategi trading forex untuk pasar forex berdasarkan trading terarah.

Kita bisa menggunakan pendekatan trading terarah dan trading tidak terarah untuk mengelompokkan sekian banyak strategi trading yang potensial. Strategi trading terarah bisa juga disebut dengan trading tren jangka panjang. Sedangkan strategi trading tidak terarah adalah pada kondisi pasar netral (tanpa tren) atau sideways. Sebagian besar investor terbiasa dengan pendekatan trading terarah. Strategi trading terarah dapat dijabarkan lagi menjadi:

  • Strategi pengikut tren
  • Sistem MA Cross
  • Sistem Breakout

Walaupun ini belum semua, masih ada banyak pendekatan lain untuk trading forex. Seperti trading double tops, double bottoms dan identifikasi tren – ranging dan masih banyak lagi.

Strategi pengikut tren

Sistem ini mampu menciptakan sinyal bagi trader untuk memulai posisi setelah pergerakan harga tertentu terjadi. Sistem ini didasarkan pada premis teknikal bahwa sekali tren telah ditetapkan, ini cenderung berlanjut daripada berbalik arah.

Timing bagi trader pada strategi ini sangatlah berarti. Jika Anda mampu melakukan entry di awal tren maka potensi profit Anda akan sangat besar. Tentu saja harus diikuti dengan exit yang tepat pula.

Untuk dapat mengidentifikasi awal sebuah tren biasanya salah satunya yang digunakan adalah slope MA. Jika MA memiliki slope meningkat, maka bisa dikatakan potensi uptrend dan sebaliknya slope menurun, maka bisa dikatakan potensi downtrend. Perubahan slope dari meningkat menjadi menurun atau sebaliknya, dapat dikatakan awal perubahan trend.

(bersambung)

Sumber Gambar: dummies.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *