Mantan Presiden ECB: Rally Euro Sebenarnya Dipicu Masalah Dolar

ForexSignal88.com l Jakarta, 01/09/2017 – Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) memiliki masalah besar di tangannya dan itu berasal dari Amerika Serikat, demikian seorang mantan presiden bank sentral mengatakan kepada CNBC pada hari Jum’at (1/9).

Meningkatnya kekuatan euro, yang baru-baru ini memecahkan level psikologis dan area kunci $1,2000, telah menimbulkan pertanyaan tentang masa depan kebijakan moneter di Eropa.

Tujuan ECB adalah untuk meningkatkan inflasi inti namun mata uang yang kuat justru dapat menghambat tujuan itu. Menurut mantan presiden ECB, Jean-Claude Trichet, bank sentral tersebut kini sedang berada dalam posisi yang sulit mengingat bahwa inti masalah sebenarnya berasal dari Amerika Serikat.

Trichet, 74 tahun, adalah ekonom asal Perancis yang memimpin kendali ECB pada periode 2003-2011 dan sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Banque de France (Bank Sentral Perancis) pada tahun 1993 hingga 2003.

“Ada banyak faktor (untuk kekuatan euro). Ekonomi riil di Eropa saat ini sangat meningkat, sangat nyata,” katanya tentang daya tarik euro saat ini.

“Karena itu saya berpikir bahwa kesulitan Amerika Serikat dan terutama keraguan tentang apa yang harus dilakukan sehubungan dengan investasi baru, sehubungan pula dengan perpajakan dan sebagainya, dan kesulitan pemerintah Amerika Serikat sekarang, juga memainkan peran yang penting (bagi penguatan euro). Karena masalah ini adalah lebih karena dolar yang lemah terhadap semua mata uang daripada euro yang sangat kuat terhadap semua mata uang,“ kata Trichet kepada CNBC di Forum Ambroseti di Italia.

Nilai tukar euro terhadap dolar AS telah menanjak jauh dari $1,0340 pada awal Januari hingga di bulan Agustus mencapai 1,2070. Penurunan euro dalam beberapa hari terakhir sejak 29 Agustus menjadi sebuah koreksi yang juga dipicu aksi ambil untung para investor setelah pasangan EUR/USD memasuki area kunci $1,2000.

Pada hari Kamis EUR/USD kembali menanjak terdorong data-data ekonomi AS yang variatif namun tetap menekan sentimen greenback. Pada hari ini para pelaku pasar fokus pada data ketenagakerjaan AS yaitu nonfarm payrolls yang akan dikaitkan dengan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC

Sumber gambar: Infinite Unknown

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *