Llyods: Kenaikan Harga Sebabkan Keyakinan Keuangan Inggris Menurun

ForexSignal88.com l Jakarta, 04/09/2017 – Beberapa pekan lalu, Office for National Statistics melaporkan bahwa laju inflasi Inggris berada di angka 2,6%, sebuah angka yang tinggi dan bertahan sejak awal tahun dan diatas target bank sentralnya 2%.

Dalam sebuah survei yang dilakukan Llyods Bank, telah ditemukan bahwa 2/3 konsumen Inggris telah menjadi kuatir tentan laju inflasi diatas target dan prospek ekonomi Inggris di masa depan sehingga ini merupakan kekuatiran tertinggi sejak 3 setengah tahun terakhir.

Jajak pendapat bulanan dari Lloyds Bank ini menemukan 65% orang merasa negatif terhadap laju inflasi Juli lalu, naik dari 60% kekuatiran di Juni lalu dan merupakan kekuatiran tertinhhi sejak Januari 2014 lalu. Laporan Lloyds tersebut hampir sama dengan laporan yang dikeluarkan oleh Markit beberapa waktu lalu. Seperti kita ketahui bahwa laporan Markit merupakan laporan sentimen konsumen yang paling berpengaruh di pasar.

Seperti kita ketahui bahwa inflasi Inggris sekarang di angka 2,6%, namun beberapa purmana mendatang bisa mencapai 3%. Ini semua karena merendahnya nilai mata uang pound terhadap mata uang utama dunia lainnya sehingga biaya impor membengkak melebihi pertumbuhan upah sehingga menekan pendapatan rumah tangga Inggris.

Lloyds juga melaporkan bahwa sekitar 69% warga Inggris kurang yakin terhadal situasi keuangan nasional Inggris, naik dari 67% di bulan sebelumnya dan 60% di periode yang sama di tahun lalu. Namun sekitar 64% mereka tetap berpikir positif terhadap kondisi keuangan pribadinya di Juli lalu, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu sekitar 80% mereka masih merasa positif dengan keamanan pekerjaan mereka sendiri.

Prospek masa depan tampaknha lebih tidak pasti, dimana proporsi orang yang mengira akan menabung lebih banyak dalam waktu 6 bulan turun dari 27% di Juni menjadi 20% di Juli. Lebih sedikit pula keyakinan mereka melunasi hutang dala kurun waktu 6 bulan kedepan dari 20% menjadi 15% saja.

Lloyds juga menganalisa perilaku pelanggannya bahwa mereka mulai mengurangi pengeluaran penting seperti uang sewa, pembayaran hipotek, tagihan listrik, makanan dan bahan bakar. Ini berarti bahwa pertumbuhan belanja tahunan akan tumbuh 2% di Juli lalu, atau turun dari 3% di bulan sebelumnya.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal.com, Business Insider, Bloomberg

Sumber Gambar: Business Insider

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *