Lima Data Ekonomi Yang Mempengaruhi Dolar (2)

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/06/2017

Nonfarm Payroll

Data ketenagakerjaan Nonfarm Payroll, diproduksi oleh Biro Tenaga Kerja Buruh AS. Data NFP ini melacak jumlah orang yang dipekerjakan bulan sebelumnya, di luar sektor pertanian. Jika ekonomi saat ini menambahkan orang yang dipekerjakan pada tingkat yang sehat, suku bunga bisa bergerak lebih tinggi. Suku bunga yang lebih tinggi menarik bagi investor asing sehingga meningkatkan permintaan akan dolar. Sebaliknya, dengan berkurangnya orang yang dipekerjakan berpotensi mendorong suku bunga turun dan melemahkan permintaan dolar. Data NFP ini dirilis setiap hari Jumat bulan berikutnya.

Gross Domestic Product

Data Produk domestik bruto (PDB) atau sering disebut GDP melacak nilai moneter semua barang jadi dan jasa yang diproduksi di dalam batas negara dalam jangka waktu tertentu. Ini digunakan sebagai ukuran kesehatan suatu negara. Mirip dengan data NFP, jika nilai GDP naik maka suku bunga cenderung naik. Suku bunga yang lebih tinggi dapat menarik minat investor asing dan cenderung mendorong dolar naik. Jika nilai GDP turun maka dolar cenderung turun. Biro Analisis Ekonomi merilis data GDP ini pada hari terakhir setiap kuartal.

Retail Sales

Data Penjualan Ritel merupakan ukuran menyeluruh dari penjualan barang ritel selama periode waktu yang disebutkan. Penjualan yang kuat menunjukkan ekonomi yang kuat, sementara penjualan yang lemah menunjukkan ekonomi yang lemah. Di sini sekali lagi, kekuatan dalam penjualan sama dengan kekuatan dalam dolar.
Data Penjualan Ritel dikeluarkan oleh Biro Sensus dan disusun bersama Departemen Perdagangan sekitar tanggal 13 setiap bulan. Data ini menunjukkan penjualan ritel bulan sebelumnya.

Industrial Production

Data Produksi Industri didasarkan pada volume bulanan barang mentah yang diproduksi oleh perusahaan industri seperti pabrik, tambang dan utilitas listrik di Amerika Serikat. Juga termasuk dalam data produksi industri adalah bisnis surat kabar, penerbitan berkala dan penerbitan buku, yang secara tradisional diberi label sebagai manufaktur. Data produksi industri biasanya mencerminkan perubahan dalam keseluruhan aktivitas ekonomi, sehingga angka produksi industri yang kuat merupakan tanda bullish untuk dolar dan data yang lemah merupakan tanda bearish. Data ini dirilis oleh dewan Federal Reserve pada tanggal 16 setiap bulannya. Data ini menunjukkan produksi industri bulan sebelumnya.

Sumber Gambar: bbj.hu

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *