Lima Data Ekonomi Yang Mempengaruhi Dolar (1)

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/06/2017 – Trader forex selalu mencari informasi yang akan memberikan wawasan mengenai pergerakan dolar naik atau turun. Bagi trader saham, ada beberapa indikator yang digunakan untuk melacak kesehatan perusahaan tempat mereka berinvestasi. Juga ada beragam laporan ekonomi yang memberi wawasan tentang arah selanjutnya dari nilai dolar.

Analisis fundamental melibatkan penggunaan data untuk membedakan informasi tentang investasi. Karena ekonomi bersifat dinamis, nilai wawasan yang diberikan oleh data tertentu pada waktu tertentu menjadi sangat penting. Semisal, ketika ekonomi AS berkembang, kekhawatiran akan inflasi menyebabkan peningkatan fokus investor atau trader pada data yang memberikan indikasi terkait inflasi. Ketika ekonomi berkontraksi, laporan data ekonomi yang menunjukkan penurunan aktivitas konsumen mungkin lebih membebani dolar. Untuk alasan ini, berbagai laporan ekonomi berguna saat melakukan penelitian terhadap dolar. Beberapa indikator makroekonomi penting akan kita bahas di bawah ini.

Ingatlah bahwa nilai aktual seringkali kurang penting daripada pergerakan data (naik atau turun) dan investor akan melihat perbandingan nilai aktual tersebut lebih besar atau lebih kecil dari perkiraan analis sebelum rilis. Juga jika terjadi nilai mencolok dari perkiraan analis, biasanya akan memberikan pergerakan besar pada sebuah pair.

Trade Balance

Neraca Perdagangan (Trade Balance) diproduksi bersama oleh Biro Analisis Ekonomi (BEA) dan Biro Sensus AS, memberikan informasi detil tentang aktivitas impor dan ekspor. Cara menilai yang paling umum terkait data Neraca Perdagangan adalah nilai defisit perdagangan, yang mewakili nilai dolar ekspor AS saat ini dikurangi dengan nilai dolar impor AS saat ini. Bila impor melebihi ekspor, negara tersebut dikatakan memiliki defisit perdagangan. Sebaliknya, ekspor melebihi impor, negara tersebut dikatakan memiliki surplus perdagangan.

Jika terjadi defisit perdagangan maka itu akan menjadi berita buruk bagi dolar. Ini berarti barang-barang asing (hasil impor) lebih diminati. Barang-barang tersebut pada akhirnya dibeli dengan mata uang asing yang menciptakan permintaan mata uang asing lebih tinggi. Berbeda dengan surplus perdagangan, ini berarti konsumen asing membeli lebih banyak barang dari Amerika. Hal ini akan menyebabkan meningkatnya permintaan dolar.

Data neraca perdagangan dirilis 35 hari setelah berakhir bulan yang direferensikan.

Sumber Gambar: varchevbrokers.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *