Kok Bisa Trump Kembali ‘SEMPROT’ Kebijakan FED, Berikut Penjelasannya!

Tetapi selisih antara tingkat suku bunga AS dengan Eropa dan Jepang masih sangat luas. Hal ini merupakan salah satu alasan utama penguatan dolar.  Meski Trump kerap meminta Fed untuk menurunkan suku bunga, namun kemungkinan permintaannya tidak akan dipenuhi dalam waktu dekat. 

Sejak memotong suku bunga pada pertengahan September, sejumlah pejabat Fed telah menyuarakan dukungan untuk menahan suku bunga tetap di level saat ini kecuali jika data yang akan dirilis jauh lebih buruk. Presiden Fed Chicago Charles Evans, di Frankfurt pada hari Selasa, mengatakan bank sentral AS dapat mempertahankan suku bunga di level saat ini. 
Evans termasuk di antara mereka yang mendukung penurunan suku bunga pada bulan Juli dan September. The Fed sendiri baru akan merilis angka output manufaktur AS untuk September pada 17 Oktober.  Sementara itu sejumlah ekonom menilai risiko resesi di AS kian nyata. 

“Tidak ada akhir yang terlihat pada perlambatan ini, risiko resesi nyata,” kata Torsten Slok, Kepala Ekonom di Deutsche Bank  “Kami sekarang telah memasuki resesi manufaktur di AS dan secara global,” kata Peter Boockvar, Kepala Investasi di Bleakley Advisory Group.

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *