Kisruh HARD BREXIT Menyebabkan Pasangan EURGBP Masih Bertengger di Zona Atas

Sentimen negatif bagi poundsterling berasal dari rencana pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Theresa May pada akhir Juni mendatang. May berencana mundur dari jabatannya terlepas apakah ia berhasil meloloskan proposal Brexit atau tidak. Rencana tersebut tentu menimbulkan ketidakpastian politik di Inggris.

Terlebih lagi, hingga kini baik pihak pemerintah maupun parlemen belum juga menemui titik temu kesepakatan terkait Brexit yang tenggat waktunya diperpanjang lagi sampai 31 Oktober. Figur utama Partai Konservatif, Borris Johnson dikabarkan telah siap untuk menggantikan posisi May sebagai Perdana Menteri Inggris.

Ia dikenal sebagai sosok pendukung kebijakan Hard Brexit. Kebijakan ini sebenarnya kurang disukai oleh pihak parlemen Inggris, sehingga potensi perdebatan sangat mungkin terjadi lagi.

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *