Kenapa Indeks US Dollar ‘TERKOREKSI’ 5 Hari Berturut-turut?!

Data itu mengikuti angka suram pada Rabu (4/12/2019) tentang penggajian swasta dan kegiatan sektor jasa-jasa, dan indeks aktivitas manufaktur AS serta angka pengeluaran konstruksi yang buruk pada Senin (2/12/2019). Aktivitas manufaktur di zona euro mengalahkan ekspektasi.

 Dalam perdagangan sore, indeks dolar turun 0,2 persen menjadi 97,43654. UBS, dalam sebuah catatan penelitian, mengatakan dolar bisa berada di bawah tekanan tahun depan, karena memperkirakan Amerika Serikat akan berkontribusi lebih sedikit terhadap pertumbuhan permintaan global.

Ekonomi Eropa dan eksportir Eropa khususnya akan mendapat manfaat jika ketegangan perdagangan mereda. Dalam lingkungan seperti itu, nilai tukar euro/dolar memiliki potensi naik, kata bank.

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *