Kenali Stop Loss dan Cara Menentukannya

ForexSignal88.com l Jakarta, 21/08/2017 – Level Stop loss adalah alat penting bagi semua trader forex. Mereka tidak hanya mencegah trader memperoleh kerugian besar saat pasar bergerak cepat melawan suatu posisi, namun juga memungkinkan trading menjadi lebih objektif dan menguntungkan. Pergerakan pasar yang tajam dan tiba-tiba, atau hanya kecenderungan yang terjadi saat trader tidak dapat menutup posisi, dapat dengan cepat membuat kerugian yang lebih besar dan bahkan menghasilkan nilai akun secara keseluruhan menjadi negatif. Penggunaan Stop loss pada trading apapun memiliki dua cara utama:

Money Stop

Stop loss dapat diterapkan pada trading forex dengan cara mendapatkan kerugian maksimum, dimana trader menentukan terlebih dahulu nilai risiko yang ingin mereka terapkan pada satu posisi. Ini dikenal sebagai money stop (stop yang diukur dengan uang) dan biasanya didasarkan pada persentase kerugian maksimum yang dapat ditimbulkan oleh suatu posisi trading (individu atau keseluruhan). Stop loss ini adalah yang paling membantu dalam menghilangkan emosi trader dalam pengambilan keputusan selama trading. Godaan untuk menanggung kerugian yang lebih besar dengan harapan posisi akan pulih adalah sesuatu yang dialami oleh semua trader baru. Kemampuan untuk mengurangi kerugian ini lebih awal, dengan bantuan money stop memungkinkan hasil trading yang akan datang menang lebih besar daripada hasil trading yang kalah.

Stop Teknikal

Stop teknikal digunakan oleh trader yang lebih berpengalaman untuk keluar dari posisi trading saat fakta grafik teknikalnya adalah trading telah gagal. Oleh karena itu, stop loss ini menempati level – level strategis di pasar yang menunjukkan bahwa asumsi awal untuk melakukan trading tidak lagi berlaku dan sinyal trading tidak menuju hasil yang diharapkan. Stop loss teknikal ini sangat berguna bagi trader teknikal yang menggunakan area support dan resistance untuk mendapatkan peluang trading yang tinggi. Kemudian, dengan menempatkan stop loss ini di luar area support atau resistance, pivot point atau pola grafik teknikal, trader dapat menghindari keputusan subjektif.

Perlu diingat bahwa stop teknikal sering dilakukan jauh dari harga entry untuk memastikan ada ruang harga untuk ‘bernafas’ dan juga untuk memastikan bahwa setup trading telah gagal. Kerugian dengan stop teknikal mungkin lebih besar daripada money stop.

Sumber Gambar: vladimiribakov.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *