Kelebihan dan Kekurangan Trading Timeframe Besar dan Kecil

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/08/2017Memilih timeframe terbaik untuk eksekusi trading tidaklah mudah. Apalagi bagi pemula, kebanyakan trader pemula akan menggunakan timeframe kecil sebagai jalan singkat atau tidak mau belajar ilmu forex. Timeframe di sini menunjukkan lama waktu untuk setiap candle yang terbentuk pada grafik harga sehingga Anda bisa mengetahui informasi historical yang terkandung di setiap grafik tersebut. Pemilihan timeframe yang tepat adalah tergantung pada pribadi trader itu sendiri. Timeframe yang tersedia di platform MT4 adalah M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1, MN.

Pada dasarnya, semua timeframe akan memberikan informasi yang sama di pair terkait. Peluang dan posisi trading bisa jadi beragam. Kebanyakan trader yang sudah memahami kebutuhan analisa teknikal, akan terdorong menggunakan timeframe D1 (harian) saat memulai trading, bersabar menunggu setup trading, merencanakan stop loss dan mencari level entry yang tepat tanpa menggunakan timeframe lebih rendah.

Jika Anda menggunakan timeframe besar mulai dari D1 (harian), W1 (mingguan), dan MN (bulanan), Anda harus bersabar karena untuk membentuk satu candlestick di timeframe tersebut membutuhkan waktu. Mencari pola grafik, formasi candle dan juga tren pasar adalah tepat menggunakan timeframe besar ini dan peluang sukses menjadi lebih besar. Mendapatkan sejumlah pips pada timeframe besar akan lebih banyak dibandingkan pada timeframe M5 atau M1. Sehingga menunggu setup dengan peluang tinggi di timeframe besar lebih berharga dari timeframe kecil.

Namun timeframe kecil bukan tanpa kegunaan. Pada timeframe kecil akan muncul banyak peluang setiap harinya. Mulai dari H1 (1 jam) hingga M1 (1 menit). Trader pemula biasanya memulai tradingnya dengan timeframe ini. Penempatan level stop loss akan lebih kecil atau pendek sehingga risiko Anda menjadi lebih kecil. Melakukan setup trading di timeframe kecil bisa jadi menguntungkan. Tetapi godaan untuk melakukan over trade juga besar dan Anda harus ketat melaksanakan trading plan untuk menghindari godaan tersebut. Selain itu, distorsi pada timeframe kecil dapat sering muncul di pasar sehingga dibutuhkan penggunaan alat konfirmasi seperti indikator dan analisa teknikal menjadi konfirmasi setiap setup trading.

Nah hingga momen ini, trader profesional menyarankan penggunaan banyak timeframe untuk mendapatkan gambaran luas terhadap pasar. Timeframe besar biasa digunakan untuk analisa tren, pola dan formasi. Sedangkan timeframe kecil untuk mencari level entry, stop loss dan target. Sehingga kombinasi keduanya (penggunaan timeframe besar dan kecil) akan meningkatkan peluang sukses seorang trader.

Sumber Gambar: fxstreet.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *