Kekuatan Sterling Masih Rapuh, Berpeluang Alami Aksi Jual

Analisis ini berhubungan dengan ronde terakhir perundingan dagang Inggris-Uni Eropa yang akan diadakan pada bulan Juli mendatang.

“Sterling terutama rapuh terhadap latar belakang global yang lemah. Brexit tidak akan mudah bagi perekonomian, dan dengan risiko ‘no deal’ atau kesepakatan minimal disetujui dengan UE sebelum akhir tahun, Inggris memiliki lebih banyak tekanan dibanding (negara mata uang mayor lain) dan Sterling bisa jadi rawan (melemah),” ungkap Kit Juckes dari SocGen.

Juckes menambahkan, “Brexit dan COVID-19 sama-sama berita buruk, tetapi hanya salah satu yang bisa jadi pilihan. Mengalami keduanya dalam waktu yang sama itu menantang. Mengalami keduanya ketika dunia memasuki pertumbuhan ekonomi berbentuk L sementara vaksin gagal ditemukan, akan menjadi berita yang sangat buruk dan Sterling akan merasakannya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *