Kekuatan Sterling Masih Rapuh, Berpeluang Alami Aksi Jual

Forexsignal88.Com – Hasil riset analis dari Bank of America menunjukkan bahwa poundsterling mengalami peningkatan volatilitas dan kemerosotan likuiditas secara signifikan sejak referendum Brexit pada tanggal 23 Juni 2016.

Bahkan hanya mata uang Real Brazil selama krisis virus Corona yang menampilkan volatilitas lebih besar daripada Sterling di pasar forex. Oleh karena itu, analis BofA berargumen Sterling harus dianalisis sebagai mata uang negara berkembang, bukan sebagai rekanan mata uang negara industri seperti Dolar AS atau Euro.

“Kami meyakini (Sterling) dalam proses berevolusi menjadi mata uang yang menyerupai realita mendasar dari perekonomian Inggris: kecil dan menciut dengan masalah defisit ganda yang mirip dengan mata uang (negara berkembang) yang lebih likuid,” catat para analis BofA.

Analis dari Societe Generale menyampaikan pendapat senada. Mereka bahkan memperkirakan Pound rentan mengalami aksi jual besar-besaran apabila kelesuan akibat COVID-19 berpadu dengan “No-Deal Brexit” menjelang akhir tahun 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *