Kekhawatiran Atas Lonjakan Kasus COVID-19 Kembali Menaikkan Harga Emas

Dolar sedikit berubah, setelah jatuh ke level terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang pada awal sesi. Baca juga: Saham Prancis berbalik naik dengan indeks CAC 40 melonjak 2,49 persen “Anda tidak dapat menilai ekonomi hanya pada satu titik data untuk satu hari … Orang-orang berpikir ekonomi akan kembali dan bahwa Fed tidak perlu terlalu banyak menstimulasi,” kata Kepala Pedagang Global Investors AS, Michael Matousek.

Namun risalah The Fed yang dirilis pada Rabu menunjukkan fakta bahwa ia akan “mempertahankan suku bunga rendah sampai 2022, sehingga masih memberikan dukungan bagi emas,” tambahnya.

Pembuat kebijakan Federal Reserve (Fed) sedang menghidupkan kembali janji era resesi besar untuk menjaga suku bunga rendah sampai kondisi tertentu terpenuhi. Emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) telah meningkat 17 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh langkah-langkah stimulus dan penurunan suku bunga oleh bank sentral.