Keinginan The Fed Dukung Penguatan Dolar AS Kembali

ForexSignal88.com l Jakarta, 23/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat kembali bersamaan dengan pertemuan AS dengan China di pekan ini yang masih belum ada kepastiannya.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1596, GBPUSD ditutup menguat di level 1,2913, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7352 dan USDJPY ditutup menguat di level 110,53.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1572, GBPUSD bergerak di level 1,2893, AUDUSD di level 0,7314 dan yen di level 110,68.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan masih kurang berhasil membaik dengan pemicu setelah beberapa pelaku pasar melihat aksi yang cukup besar terhadap likuiditas Turki sehingga dolar AS berangsur-angsur menghadapi tekanannya.

Sebelumnya Turki oleh Presiden Trump dijatuhkan tarif baru dengan penambahan tarif bea masuk logam Turki pada akhir pekan sebelumnya, memunculkan situasi yang gaduh di pasar uang global dengan muncul rasa kekhawatiran terhadap ancaman gagal bayar yang akan melanda Turki, sehingga safe haven dolar terus melanda pasar uang pada pekan lalu.

Semua mata uang dunia terimbas runtuhnya Lira, namun dengan adanya aksi likuiditas dunia, akhirnya pasar uang dunia kembali tenang dan dolar AS mulai tertekan. Berbarengan dengan pertemuan AS dengan China yang sangat diharapkan terjadinya sebuah kesepakatan baru sehingga perang dagang bisa diakhiri dan perang mata uang juga bisa segera berakhir pula sehingga pasar menatap masa depan pergerakan dengan melihat Jackson Hole di akhir pekan ini.

Komentar Trump dalam sebuah wawancara dengan Reuters juga cukup membuat kaget pelaku pasar, dimana Trump kembali menegaskan ketidaksenangannya terhadap kebijakan yang diambil oleh the Fed yang senang menaikkan suku bunganya sehingga mata uang AS terus menguat. Trump menganggap bahwa Uni Eropa dan China sedang memainkan perannya dalam memanipulasi pergerakan mata uangnya. Komentar Trump ini membuat dolar melemah tajam.

Namun hasil Fed minutes dini hari tadi berbicara bahwa suku bunga the Fed masih bisa naik lagi mengingat aktivitas ekonomi AS cukup bagus sehingga tekanan inflasi membawa dampak ke ekonomi AS yang lebih panas. Keinginan the Fed bertentangan dengan keinginan Trump, dan pasar reaksinya sedang mendukung the Fed sehingga greenback bisa menguat lagi.

ESumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *