Kamar Dagang Inggris Kuatirkan Dampak Brexit

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/07/2017 – Kemarin data tenaga kerja Inggris dilaporkan sangat membaik dan sangat mendukung bagi perkembangan ekonomi yang aman bagi berlangsungnya situasi perundingan Brexit.

Kondisi ini tidak langsung membuat pelaku bisnis di Inggris senang, dimana mereka juga khawatir bila bank sentral Inggris, BoE segera mengakhiri stimulus ekonomi dan suku bunga rendah dapat menimbulkan gejolak ketika Inggris sudah mandiri dan keluar dati pasar tunggal Eropa.

Kamar Dagang Inggris dalam pernyataannya pagi ini sangat kuatir terhadap bisnis di Inggris karena Kadin Inggris menghadapi konsumennya sedang menderita ketika inflasi yang meningkat dalam 3 bulan terakhir serta kompensasi eksportir yang terlalu sedikit dalam membantu peningkatan laju pertumbuhan ekonomi.

Menurut Kadin Inggris bahwa ekspor yang ada apakah bisa mengimbangi tekanan pada permintaan konsumen global yang makin meningkat pasca turunnya nilai mata uang Inggris akibat dari referendum Brexit tahun lalu. Sejauh ini peningkatan pendapatan ekspor belum mampu memberikan dukungan pertumbuhan yang ada di Inggris.

Bank of England memprediksi keseluruhan dampak tersebut tidak perlu dikuatirkan dan pihak bank sentral dapat menaikkan suku bunganya untuk pertama kali dalam satu dekade dan bisa berlanjut seterusnya.

Namun Kadin Inggris telah melakukan survei bisnis di periode 3 bulannya dengan hasil bahwa aktivitas ekonomi Inggris dalam 3 bulan terakhir telah mengalami penurunan. Menurut dirjen Kadin Inggris Adam Marshall bahwa kebanyakan pebisnis Inggris melihat kondisi pertumbuhan ekonomi Inggris bergerak statis dan cenderung dengan tren melamban.

Marshall juga menegaskan bahwa pebisnis Inggris menginginkan untuk mendapatkan kejelasan sebanyak mungkin dalam berusaha atau berbisnis di masa-masa transisi Brexit secepat mungkin dalam beberapa bulan mendatang. Secara keseluruhan bahwa survei British Chamber of Commerce atau BCC sejauh ini mempunyai pola survei bisnis dari pihak lainnya dimana telah menunjukkan pelemahan rencana investasi dan lambannya aktivitas bisnis.

BCC menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris di kuartal lalu turun 0,2% dibandingkan kuartal awal tahun ini, dan perkiraan NIESR menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Inggris hanya naik tipis 0,3% selama kuartal kedua tahun ini.

Terlepas dari lemahnya pertumbuhan ekonomi, survei BCC justru menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor manufaktur Inggris dalam 3 bulan terakhir mengalami peningkatan tercepat dala 3 tahun terakhir, sementara sektor jasa menikmati peningkatan penjualan asing yang terbesar dalam satu terakhir.

Kedua sektor tersebut optimis dalam menatap prospek bisnis di 12 bulan kedepan meski ada bayang-bayang Brexit. Namun BCC memberikan catatan bahwa bisnis di sektor jasa yang mengandalkan konsumen Inggris justru sedang menderita karena tingginya inflasi Inggris. Inflasi Inggris kemarin dilaporkan merupakan angka tertinggi sejak 4 tahun lalu.

Survei BBC juga menyimpulkan bahwa secara keseluruhan bahwa bisnis layanan jasa di skala domestik Inggris mengalami penurunan seiring dengan lemahnya belanja investasi dan masalah perekrutan tenaga kerja.

Sumber berita: Reuters

Sumber gambar: The Telegraph

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *