Inversi Kurva Imbal Hasil Menekan Dolar AS

ForexSignal88.com l Jakarta, 05/12/2018 – Dolar AS menguat tipis di Rabu pagi setelah mengalami pelemahan parsial pada hari Selasa karena imbal hasil Treasury AS jatuh, menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa Federal Reserve dapat menghentikan langkahnya dalam siklus kenaikan suku bunga, sementara inversi kurva imbal hasil dipandang sebagai bendera merah untuk potensi resesi di AS.

Ketidakpastian yang berkepanjangan mengenai kemampuan China dan AS untuk menyelesaikan perang dagang mereka, memberikan dukungan terhadap greenback untuk bertahan.

Namun para investor masih gugup tentang inversi kurva antara Treasury AS 3-tahun dan 5-tahun dan antara Treasury 2-tahun dan 5-tahun. Inversi kurva imbal hasil Treasury itu adalah yang pertama kali terjadi sejak krisis keuangan, tidak termasuk utang yang sangat singkat.

Para analis memperkirakan kurva imbal hasil obligasi 10-tahun dapat mengikutinya dan ini dilihat sebagai sebuah pertanda resesi AS.

Kenaikan suku bunga AS telah mendorong imbal hasil jangka pendek (short-dated yields) lebih tinggi belakangan ini meskipun ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang melambat telah membuat imbal hasil jangka panjang (longer-dated yields) turun.

Dolar AS tercatat 0,77 persen lebih rendah terhadap yen Jepang pada hari Selasa, mata uang yang cenderung diburu selama terjadi ekskalasi tensi geopolitik atau tekanan pada pasar keuangan karena Jepang adalah negara kreditur terbesar di dunia.

Sebelumnya, dolar AS tersandung di pekan lalu setelah Ketua Federal Reserve Jerome “Jay” Powell pada hari Rabu lalu mengatakan tingkat suku bunga AS mendekati tingkat netral yang ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal perlambatan kenaikan suku bunga.

Minh Trang, pedagang senior FX di Silicon Valley Bank di Santa Clara, California, menjelaskan bahwa inversi kurva imbal hasil dan komentar dari para pejabat The Fed menyebabkan para investor memikirkan kembali potensi resesi atau kapak waktunya kenaikan suku bunga mendekati puncak.

Sementara itu, ketegangan terkait perdagangan terus membebani pasar keuangan global. Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menjaga peluang perpanjangan dari gencatan perdagangan 90 hari dengan China tetapi memperingatkan dia akan kembali ke rencana tarif semula jika kedua pihak tidak dapat menyelesaikan perbedaan mereka.

Dolar Australia, barometer pertumbuhan China, menyerahkan kenaikan awal sehingga di sesi Selasa berakhir 0,26 persen lebih rendah. Pada Rabu pagi tekanan jual terlihat setelah data PDB negara tersebut memburuk, turun dari 3,4 persen ke 2,8 persen.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: RT-Russia

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *