Ingin Tahu Faktor Penggerak Dolar Australia? Simak Artikel Berikut

ForexSignal88.com l Jakarta, 09/08/2017 – Dolar Australia adalah salah satu dari lima mata uang yang paling populer untuk diperdagangkan di pasar forex. Mendapat julukan dolar Aussie dan menariknya dolar Aussie ini menjadi mata uang yang floating bebas sejak tahun 1983.

Setiap perdagangan mata uang utama dunia biasanya dikendalikan (atau setidaknya sangat dipengaruhi) oleh bank sentral dari negara tersebut. Namun, Bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) adalah institusi yang agak konservatif, dan tidak biasa membuat intervensi yang sering di pasar mata uang. Pengendalian suku bunga dan inflasi di Australia lebih rumit dikarenakan Australia sangat ketergantungan pada harga komoditas (termasuk logam dan tambang) dan basis industri dalam negeri relatif kecil. Hal ini telah menyebabkan defisit neraca perdagangan dalam skala besar. Australia terkenal memiliki tingkat suku bunga tertinggi di antara negara maju. Saat ini tingkat suku bunga Australia 1,5%.

Sementara itu, model ekonomi di Australia yang dirancang untuk menghitung pertukaran mata uang asing biasanya didasarkan pada sejumlah variabel ekonomi (kadang-kadang hanya satu variabel seperti suku bunga). Sedangkan kemampuan trader menganalisa dengan menggabungkan berbagai data ekonomi penting ke dalam keputusan / rencana trading mereka dan pandangan spekulatif trader seperti optimisme dan pesimisme investor, mampu menggerakkan nilai pasar, menggerakkan harga pair ke atas atau ke bawah melebihi nilai fundamental yang disarankan.

Data ekonomi utama meliputi rilis GDP, penjualan ritel, produksi industri, inflasi, dan neraca perdagangan juga mampu menggerakkan pasar. Data ini dirilis secara berkala dan tersedia bagi umum melalui media keuangan maupun lembaga resmi yang merilis.

Ada faktor lain yang juga perlu diperhatikan bahkan hal-hal yang berkaitan dengan Australia. Ekonomi Australia didukung oleh komoditas (baik logam, tambang dan biji-bijian), dan perkiraan tentang penanaman tanaman, cuaca, panen, hasil tambangnya dan harga logam semua dapat mempengaruhi dollar Aussie. Untungnya, data ini tidak sulit untuk dicari karena Australia’s Bureau of Agricultural and Resource Economics and Sciences (ABARES) mempublikasikan laporan rutin yang bisa diakses secara bebas di internet.

Secara umum, harga komoditas yang lebih tinggi membuat tekanan resesi (atau setidaknya inflasi) di negara maju. Jadi, ketika harga sumber daya tinggi menyebabkan para trader khawatir akan kelangsungan pertumbuhan ekonomi di Eropa, Amerika Utara dan Jepang. Sedangkan perekonomian Australia biasanya tidak akan terpengaruh. Posisi dolar Australia biasanya digunakan sebagai acuan alternatif yang cukup populer bagi para trader jika trader ingin bermain di komoditas.

Nah, menjadi mudah kan jika Anda mengetahui karakter pair dan negaranya. Dolar Aussie dikatakan mata uang komoditas seperti Canada yang tergantung pada minyak.

Sumber Gambar: afr.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *