Inggris: Wahai Poundsterling, HOW LOW CAN U GO?!

Melihat posisi saat ini, level tersebut tidak terlalu jauh, jika berhasil, dilewati, maka poundsterling akan mencatat level terlemah 34 tahun melawan dolar AS. Poundsterling di pekan ini akan menjadi mata uang yang paling menarik untuk ditransaksikan.

Tekanan kuat dialami pound setelah data menunjukkan ekonomi Inggris mengalami kontraksi di kuartal-II 2019. Data dari Office for National Statistic (ONS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Inggris sebesar -0,2% alias berkontraksi di kuartal-II tahun ini dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 0,5%.

Kontraksi tersebut merupakan yang pertama sejak kuartal-IV 2012. Kontraksi yang dialami Inggris bahkan terjadi sebelum keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober nanti, dan kini ancaman resesi menjadi semakin nyata. Suatu negara dikatakan mengalami resesi jika PDB-nya berkontraksi dua kuartal berturut-turut.

Inggris diprediksi akan mengalami resesi seandainya keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun atau yang dikenal dengan istilah no-deal Brexit pada 31 Oktober nanti. Namun kini, sebelum Brexit terjadi ekonomi Inggris malah sudah berkontraksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *