Inggris: Menkeu Janji Alirkan Dana US$ 38M Guna Bangkitkan Lagi Perekonomian

Jika sampai 31 Desember nanti tidak ada kesepakatan, maka Inggris akan keluar dari pasar tunggal, artinya akan ada tarif ekspor-impor yang akan dikenakan. Bila hal ini sampai terjadi, maka perekonomian Inggris terancam merosot lebih dalam.

Apalagi saat ini pandemi penyakit akibat virus corona sudah membuat perekonomian global menuju jurang resesi. Isu Brexit menjadi sangat penting bagi masa depan Inggris, karena akan berpengaruh untuk jangka panjang.

Oleh karena itu, efeknya terhadap poundsterling lebih besar ketimbang pandemi Covid-19. Dengan dukungan dari Merkel, salah satu pemimpin negara paling berpengaruh di Eropa, tentunya memunculkan harapan besar kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan dagang. Poundsterling pun kembali perkasa.