ForexSignal88.com l Jakarta, 24/02/2019 - Pada perdagangan forex, emas dan minyak mentah sepanjang pekan lalu (18-22 Februari), tidak terlihat perubahan besar karena pasar masih terjebak pada mode “wait and see” di tengah gelombang beberapa peristiwa atau agenda besar.

Dari catatan tim analisis pasar keuangan ForexSignal88.com, hanya pasangan GBPUSD yang menunjukkan perubahan cukup signifikan, plus harga minyak mentah WTI, yang masing-masing naik 1,24 persen dan 2,57 persen.

Berdasarkan data MetaTrader, indeks dolar AS, pengukur kinerja greenback versus enam mata uang utama, berakhir negatif 0,062 persen pada akhir sesi Jumat di 6,405, sementara pada kalkulasi mingguan, indeks ini ditutup turun 0,3 persen.

Harga emas sempat melonjak ke $1.346,55 sebelum ditebas oleh aksi ambil untung para investor setelah melihat harga komoditas itu gagal menembus level kunci $1.350,00. Sementara harga minyak mentah WTI melaju ke titik tertinggi sejak 16 November 2018 di $57,99 per barel.

Fokus utama pasar di pekan lalu adalah masalah perdagangan AS-China yang pada pekan sebelumnya para negosiator tingkat tinggi kedua negara melakukan perundingan di Beijing.

Perhatian juga sempat teralihkan ke catatan rapat Federal Reserve dan kabar dari China tentang penghentian impor batubara Australia yang smepat memukul dolar Australia.

Negosiasi perdagangan selama pekan tersebut antara Beijing dan Washington guna menyelesaikan percekcokan tarif yang berlarut-larut, berakhir pada hari Jumat (15/2), dengan para negosiator yang terlibat melaporkan mereka masih menemui jalan buntu pada masalah-masalah utama.

Namun mereka sepakat untuk melanjutkan pembicaraan pada minggu lalu di Washington D.C. saat masa “gencatan senjata” 90 hari antara para pihak semakin dekat ke batas waktu 1 Maret.

The Wall Street Journal saat itu melaporkan bahwa perpecahan yang tajam masih memisahkan kedua belah pihak, AS tetap mengeluh bahwa China sudah menekan kalangan bisnis Amerika untuk berbagi teknologi (forced transfer of technology) dan menyoroti kebijakan rivalnya itu yang mendukung perusahaan milik negara.

Pergerakan harga cukup besar sempat terlihat pada hari Rabu dan Kamis kala Federal Reserve mengumumkan catatan rapat kebijakan 29-30 Januari. Greenback menguat saat itu.

Pendorong bullish bagi greenback saat itu adalah pandangan pasar terhadap The Fed. Para pelaku pasar kini menilai bank sentral AS tidak akan mengadopsi sikap dovish pada kebijakan moneter seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Kebanyakan pelaku pasar sebelumnya memperkirakan The Fed tetap dovish sampai akhir tahun ini, namun karena ada beberapa komentar dari beberapa pejabat The Fed yang tidak seragam mengenai kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun, sehingga pasar menilai pandangan dovish untuk kebijakan suku bunga bank itu kurang tepat.

Dolar AS sebelumnya sempat terpukul oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan sebelum rilis notulen tersebut, yang menegaskan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tahun ini tetap stabil.

Akhirnya pasar terus terjebak dalam rentang yang membosankan dan ketat. Beberapa data dan berita seperti Brexit, ketegangan politik dan militer AS-Rusia, dan hubungan dagang AS-Eropa yang mulai panas juga gagal untuk membuat pasar keluar dari rentang yang ketat tersebut, kini pasar berharap ada faktor penggerak lain yang lebih kuat.

Hingga penutupan sesi pekan lalu, pasar masih cenderung untuk berkonsolidasi. Dolar AS pun melemah sedikit pada hari Jumat (22/2) setelah aset-aset berisiko AS bergerak naik. Faktor lain yang membebani greenback di sesi tersebut adalah para pemimpin China yang mengatakan kesepakatan perdagangan antar AS-China dapat tercapai.

Kini waktu tersisa hanya beberapa hari sebelum tarif yang lebih tinggi diterapkan oleh AS setelah 1 Maret. AS sudah cukup lama berencana untuk menaikkan tarif pada barang impor dari China dari 10 persen menjadi 25 persen.

Namun pasar kembali optimistis setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia melihat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan dengan China, jadi ia mungkin dapat memperpanjang negosiasi lewat dari batas waktu 1 Maret, dan memberi sinyal kemungkinan dua ekonomi terbesar dunia itu akan dapat segera menghasilkan kesepakatan yang menghentikan perang dagang yang sudah menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi masing-masing dan global.

Selanjutnya untuk pekan depan (25 Februari-1 Maret), ada beberapa data dan agenda penting selain pertemuan Trump dan Kim Jong Un, di antaranya pidato Gubernur Bank of England (BoE), laporan inflasi BoE, indeks keyakinan konsumen AS, kesaksian Ketu Fed Jerome Powell selama dua hari, PDB AS dan beberapa data regular dari negara besar lain yang cukup penting.

Jurnal Mingguan Lainnya

November 23, 2019

Sekilas Forex: Peringatan Baru Terhadap Resiko Global Economic Slowdown

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2019 - Sebuah organisasi ekonomi internasional terkemuka telah memperingatkan bahwa risiko terhadap pandangan global telah meningkat. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan - OECD - mengatakan dalam sebuah…
October 05, 2019

Sekilas Forex: Harga Emas Akan Terus Naik Menurut Pengamat Ekonomi. Apa Kata Mereka?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/10/2019 - EMAS belakangan ini menjadi primadona investasi lantaran telah menunjukan trend naik yang cukup konsisten beberapa bulan kebelakang di 2019 ini. Ketidakpastian ekonomi yang terjadi pada Amerika Serikat seperti halnya…
September 20, 2019

Brexit: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang BREXIT dan Pengaruhnya Kepada Poundsterling

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com - BREXIT merupakan sebuah hal yang penting untuk kamu ketahui di dalam perkembangan dunia finansial internasional saat ini. Deadline atau batas akhir waktu untuk ini terjadi sudah hampir mendekati dan kelihatannya masih terus terjadi…
September 07, 2019

Sekilas Forex: Trade Talk AS dan China Akan Kembali Digelar. Ada Bocoran Bahwa Trade Talk Kali Ini Akan Menghasilkan Sesuatu Yang Substansial

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Sudah memasuki bulan ke-18 perundingan antara Amerika Serikat dan China tidak menghasilkan apa-apa kecuali perang tarif yang semakin meningkat. Tarif bahkan dikabarkan akan di lipat gandakan demi menekan masing-masing…
August 24, 2019

Sekilas Forex: Pengaruh Federal Reserve Ternyata Lebih Besar Terhadap Perekonomian Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Berdasarkan sebuah research yang bertajuk, "“Mind the Gap in Sovereign Debt Markets,” berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Federal Reserve mempunyai pengaruh lebih dari hanya sekedar kepada…