ForexSignal88.com l Jakarta, 02/03/2019 - Dolar AS kembali menunjukkan pemulihan pada penutupan pekan lalu (25 Februari - 1 Maret) setelah di pekan sebelumnya berakhir negatif.

Pada pekan lalu, data MetaTrader yang digunakan oleh tim analisis pasar keuangan Forexsignal88.com (FS88) menunjukkan indeks dolar AS sempat jatuh ke 95,705, terendah sejak awal Februari, kemudian rebound dan berakhir negatif hanya 0,02%.

Perdagangan forex dan emas pada pekan lalu masih dimotivasi oleh perkembangan pembicaraan perdagangan Sino-AS, Brexit, dan dampak terkait.

Mengawali sesi perdagangan pekan lalu, pasar masih merespon kabar datangnya surat dari Presiden China Xi Jinping pada Jumat (22/2) kepada Presiden AS Donald Trump yang menyampaikan bahwa perundingan dagang mengalami kemajuan yang signifikan dalam dan kesepakatan mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Trump saat itu mengatakan bahwa ia melihat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan dengan China, jadi ia mungkin dapat memperpanjang negosiasi lewat dari batas waktu 1 Maret, dan memberi sinyal kemungkinan dua ekonomi terbesar dunia itu akan dapat menghasilkan kesepakatan.

Akhirnya, pasar berpindah kembali ke aset berisiko dan memberikan tekanan bearish kepada dolar AS. Saham dan komoditas pun bergerak naik karena lemahnya dolar AS dan optimisme bahwa meskipun jika akhirnya hingga tenggat waktu 1 Maret kesepakatan belum tercapai, itu tidak akan segera memicu penerapan tarif impor baru oleh AS, dan terbukti demikian.

Tekanan bearish yang kuat terlihat pada Selasa (26/2) setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS akan tetap bersabar pada rencana kenaikan suku bunga.

Powell menyampaikan penilaian ekonomi yang optimis pada kesaksian hari pertama di hadapan Kongres AS, meskipun dia mengakui ada beberapa halangan yang menghampiri. Dia juga mengatakan bank sentral AS siap untuk menyesuaikan kebijakan neraca jika diperlukan.

Dolar AS juga tertekan oleh lonjakan pound sterling ke level tertinggi 21-bulan di tengah meningkatnya ekspektasi Inggris akan menunda Brexit dan meminta Uni Eropa memperpanjang batas waktu 29 Maret, tanggal yang sebelumnya dijadwalkan untuk kepergian Inggris dari blok tersebut secara resmi.

Prospek pembatalan Brexit juga meningkatkan sentimen pasar setelah pemimpin partai oposisi utama Inggris, Jeremy Corbyn, mengatakan ia akan mendukung referendum Brexit kedua.

Namun sebagian analis melihat kecilnya peluang untuk referendum, hanya sedikit lebih besar dari peluang yang terlihat dari sebelumnya, karena dukungan dari Partai Buruh memiliki banyak kondisi dan berasal dari sebuah partai yang telah melemah baik dalam jajak pendapat maupun di House of Commons.

Testimoni Hari Kedua Powell Bangkitkan Dolar AS

Selanjutnya greenback mulai bangkit pada sesi Rabu (27/2), terdorong pandangan optimistis tentang ekonomi dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, meskipun kenaikannya dibatasi oleh pound sterling yang terus menguat.

Pada hari kedua kesaksiannya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS itu, Powell memberikan penilaian optimistis terhadap ekonomi AS dan menambah harapan asar bahwa bank sentral AS hampir mengakhiri penyusutan neracanya.

Namun, kenaikan dolar AS tetap diimbangi oleh kenaikan pound sterling yang mencapai titik tertinggi tujuh bulan setelah para pemimpin Eropa mengindikasikan mereka akan mempertimbangkan penundaan kepergian Inggris jika kesepakatan perdagangan tidak disetujui pada 29 Maret.

“Kami akan mendukung permintaan perpanjangan hanya jika itu dibenarkan oleh pilihan baru Inggris,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Tapi kami sama sekali tidak akan menerima perpanjangan tanpa tujuan yang jelas,” imbuh Macron.

Sejak sesi itu pula yen terus tertekan oleh greenback sehingga USDJPY rebound karena Wall Street rebound meskipun ada komentar muram pada masalah perdagangan dari Pemimpin Delegasi Perdagangan AS Robert Lighthizer.

Lighthizer mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi hasil dari negosiasi antara AS dan China, karena perubahan struktural yang signifikan diperlukan untuk ekonomi Tiongkok.

PDB Kuartal Akhir 2018 Terus Dorong USD

Yen semakin tertekan oleh dolar AS, demikian pula mata uang lainnya, setelah data AS pada Kamis (28/2) menunjukkan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia itu lebih kuat dari yang diharapkan pada kuartal keempat. Sebelum data PDB itu, indeks dolar AS jatuh ke titik terendah dalam tiga minggu.

Menurut laporan Departemen Perdagangan, produk domestik bruto AS meningkat pada tingkat tahunan 2,6 persen pada kuartal keempat 2018 setelah berkembang pada tingkat 3,4 persen pada periode Juli-September. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan hanya 2,3 persen.

Ekonomi AS secara keseluruhan tumbuh 2,9 persen pada 2018, kinerja terbaiknya sejak 2015, dan lebih baik dari 2,2 persen pada 2017.

Akhirnya pada sesi terakhir pekan lalu (1/3) dolar AS terus melenggang ke utara seiring semakin banyaknya perpindahan dana para investor global menuju aset berisiko, di tengah prospek yang lebih optimis pada beberapa ekonomi utama dunia dan prospek kesepakatan perdagangan antara China dan AS.

Dolar AS juga terbantu oleh naiknya yield (imbal hasil) obligasi pemerintah AS 10-tahun yang terdorong data PDB tersebut, naik sekitar hampir 10 basis poin pada pekan lalu, kenaikan mingguan tertinggi dalam empat bulan. Yield naik menjadi 2,759% pada hari Jumat, tertinggi empat minggu.

Penguatan greenback juga naiknya saham dan yield obligasi pemerintah AS, menjadi kombinasi apik yang membuat mata uang dan safe haven lain seperti yen dan emas semakin tertekan.

Pada sesi Jumat, harga emas berakhir di $1290,10, turun 1,74% hingga ke level terendah sejak akhir Januari, dan membukukan penurunan mingguan terbesar dalam 6½ bulan.

Dolar AS terus memukul yen sehingga pasangan mata uang USDJPY berakhir naik 0,53% terhadap yen pada ¥111,95 setelah mencapai puncak 10-minggu, kenaikan harian terbaik sejak 11 Februari.

Jurnal Mingguan Lainnya

November 23, 2019

Sekilas Forex: Peringatan Baru Terhadap Resiko Global Economic Slowdown

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2019 - Sebuah organisasi ekonomi internasional terkemuka telah memperingatkan bahwa risiko terhadap pandangan global telah meningkat. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan - OECD - mengatakan dalam sebuah…
October 05, 2019

Sekilas Forex: Harga Emas Akan Terus Naik Menurut Pengamat Ekonomi. Apa Kata Mereka?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/10/2019 - EMAS belakangan ini menjadi primadona investasi lantaran telah menunjukan trend naik yang cukup konsisten beberapa bulan kebelakang di 2019 ini. Ketidakpastian ekonomi yang terjadi pada Amerika Serikat seperti halnya…
September 20, 2019

Brexit: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang BREXIT dan Pengaruhnya Kepada Poundsterling

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com - BREXIT merupakan sebuah hal yang penting untuk kamu ketahui di dalam perkembangan dunia finansial internasional saat ini. Deadline atau batas akhir waktu untuk ini terjadi sudah hampir mendekati dan kelihatannya masih terus terjadi…
September 07, 2019

Sekilas Forex: Trade Talk AS dan China Akan Kembali Digelar. Ada Bocoran Bahwa Trade Talk Kali Ini Akan Menghasilkan Sesuatu Yang Substansial

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Sudah memasuki bulan ke-18 perundingan antara Amerika Serikat dan China tidak menghasilkan apa-apa kecuali perang tarif yang semakin meningkat. Tarif bahkan dikabarkan akan di lipat gandakan demi menekan masing-masing…
August 24, 2019

Sekilas Forex: Pengaruh Federal Reserve Ternyata Lebih Besar Terhadap Perekonomian Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Berdasarkan sebuah research yang bertajuk, "“Mind the Gap in Sovereign Debt Markets,” berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Federal Reserve mempunyai pengaruh lebih dari hanya sekedar kepada…