ForexSignal88.com l Jakarta, 09/03/2019 - Perdagangan forex dan emas cukup fluktuatif pada sesi pekan lalu (4-8 Maret), di saat pasar, untuk sementara waktu, terlihat melupakan tema perang dagang AS-China.

Batas waktu 1 Maret yang ditetapkan oleh para pemimpin tertinggi kedua ekonomi terbesar di dunia tersebut sudah lewat dan tidak terjadi peningkatan tarif impor oleh AS. Jadi dapat disimpulkan isu tersebut tidak sepanas sebelumnya.

Penyebab turunnya suhu isu tersebut adalah AS dan China tampaknya semakin dekat menuju ke sebuah kesepakatan yang dapat menurunkan tarif AS atas impor barang dari China, setidaknya senilai $200 miliar, tetapi waktu dan rincian kesepakatan masih belum jelas.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mungkin dapat menandatangani kesepakatan formal tentang perdagangan pada pertemuan puncak yang dijadwalkan pada 27 Maret.

Pada awal sesi pekan lalu, dolar AS masih diselimuti nuansa bullish dari pekan sebelumnya. Optimisme pasar terhadap ekonomi AS terlihat mulai cerah kembali, menyusul laporan produk domestik bruto (PDB) AS kuartal terakhir 2018 yang ternyata lebih baik dari perkiraan para ekonom.

Menurut laporan Departemen Perdagangan AS, PDB negara itu meningkat pada tingkat tahunan 2,6 persen pada kuartal keempat 2018 setelah berkembang pada tingkat 3,4 persen pada periode Juli-September. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan hanya 2,3 persen.

Ekonomi AS secara keseluruhan tercatat tumbuh 2,9 persen pada tahun lalu, sebuah kinerja terbaik sejak tahun 2015, dan lebih baik dari pertumbuhan 2,2 persen pada tahun 2017.

Angka PDB tersebut menjadi pendorong naiknya yield (imbal hasil) obligasi pemerintah AS 10-tahun, salah satu aset safe haven tradisional, yang pada gilirannya meningkatkan permintaan pasar terhadap dolar AS.

ECB Lemparkan Pandangan Suram terhadap Ekonomi Eropa

Lonjakan dolar AS terjadi pada hari Kamis saat mata uang tersebut melesat ke level tertinggi tiga bulan terhadap para pesaingnya di tengah gelombang bearish euro.

Mata uang tunggal zona euro anjlok setelah Bank Sentral Eropa (ECB) membunyikan alarm tentang pertumbuhan zona tersebut dan menurunkan kembali ekspektasinya untuk kenaikan suku bunga.

Saat itu EURUSD menukik cepat dan berakhir negatif 1,0% karena ECB menurunkan kembali ekspektasinya untuk kenaikan suku bunga setidaknya hingga akhir tahun ini, memangkas target pertumbuhan untuk tahun 2019 menjadi 1,1% dari 1,7%, juga memberikan perincian langkah-langkah stimulus baru.

Dalam konferensi pers setelah pengumuman tentang tetapnya tingkat suku bunga, Presiden ECB Mario Draghi menyampaikan pandangan atau penilaian suram terhadap ekonomi kawasan euro, mengatakan bahwa “moderasi yang cukup besar” dalam pertumbuhan akan berlanjut hingga tahun mendatang.

ECB pun mengumumkan bakal memulai serangkaian operasi TLTRO (targeted longer-term refinancing operations) yang ditargetkan secara triwulanan, pada September 2019. TLTRO akan beroperasi hingga Maret 2021, masing-masing dengan jangka waktu dua tahun, dan dikaitkan dengan tingkat refinancing.

Keputusan dan pernyataan ECB yang dovish itu menyebabkan sebagian pelaku pasar berspekulasi lebih jauh bahwa bank sentral itu mungkin tidak bakal menaikkan suku bunga sampai setidaknya tahun 2020.

Sementara itu, pada hari yang sama GBPUSD merosot hingga ditutup negatif 0,68% di tengah kekhawatiran pasar bahwa kebuntuan Brexit akan berlanjut setelah Uni Eropa menolak proposal terbaru UK tentang backstop Irlandia.

Namun banyak pengamat melihat batas waktu Brexit 29 Maret kemungkinan akan ditunda karena Perdana Menteri Theresa May tidak mungkin memenangkan konsesi dari Uni Eropa yang diminta anggota parlemen Inggris sebagai kompensasi atas dukungan mereka kepada perjanjian penarikan diri Inggris pada agenda pemungutan suara yang dijadwalkan pada 12 Maret.  

NFP Paksa Greenback Lepas Sebagian Keuntungan di Pekan Lalu

Namun pada sesi terakhir pekan lalu, dolar AS dipaksa untuk melepas sebagian dominasinya terhadap mata uang lain, sekaligus membuat harga emas rebound kuat dari zona $1280,00 walaupun masih tertahan oleh level psikologis $1.300,00.

Dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Jumat (8/3) karena data menunjukkan para pengusaha AS mempekerjakan jauh lebih sedikit pekerja dari prediksi para ekonom pada bulan Februari.

Para investor dan traders melepas sebagian dolar AS, sekaligus sebuah aksi profit taking pasca rally selama 7 hari, setelah data nonfarm payrolls (NFP), data pembayaran gaji domestik sektor non-pertanian, menunjukkan kenaikan hanya 20.000 pekerjaan pada bulan lalu, jauh lebih sedikit dari 180.000 yang diperkirakan para ekonom.

Tetapi para pelaku pasar seketika menjadi gamang saat melihat tingkat pengangguran AS turun kembali di bawah 4% dan pendapatan rata-rata per jam atau inflasi upah meningkat sebesar 0,4%.

Akhirnya pada akhir sesi Jumat, data MetaTrader yang digunakan oleh tim analisis pasar keuangan Forexsignal88.com (FS88) menunjukkan indeks dolar AS ditutup negatif 0,25% di 97,305. Namun pada basis mingguan, indeks tersebut ditutup menghijau 0,95%.

Sebagai catatan tambahan, indeks dolar AS terus berada di koridor bullish sejak Februari 2018, meskipun sejak September tahun lalu hingga kini menunjukkan pola pergerakan konsolidasi.  

Jurnal Mingguan Lainnya

November 23, 2019

Sekilas Forex: Peringatan Baru Terhadap Resiko Global Economic Slowdown

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2019 - Sebuah organisasi ekonomi internasional terkemuka telah memperingatkan bahwa risiko terhadap pandangan global telah meningkat. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan - OECD - mengatakan dalam sebuah…
October 05, 2019

Sekilas Forex: Harga Emas Akan Terus Naik Menurut Pengamat Ekonomi. Apa Kata Mereka?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/10/2019 - EMAS belakangan ini menjadi primadona investasi lantaran telah menunjukan trend naik yang cukup konsisten beberapa bulan kebelakang di 2019 ini. Ketidakpastian ekonomi yang terjadi pada Amerika Serikat seperti halnya…
September 20, 2019

Brexit: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang BREXIT dan Pengaruhnya Kepada Poundsterling

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com - BREXIT merupakan sebuah hal yang penting untuk kamu ketahui di dalam perkembangan dunia finansial internasional saat ini. Deadline atau batas akhir waktu untuk ini terjadi sudah hampir mendekati dan kelihatannya masih terus terjadi…
September 07, 2019

Sekilas Forex: Trade Talk AS dan China Akan Kembali Digelar. Ada Bocoran Bahwa Trade Talk Kali Ini Akan Menghasilkan Sesuatu Yang Substansial

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Sudah memasuki bulan ke-18 perundingan antara Amerika Serikat dan China tidak menghasilkan apa-apa kecuali perang tarif yang semakin meningkat. Tarif bahkan dikabarkan akan di lipat gandakan demi menekan masing-masing…
August 24, 2019

Sekilas Forex: Pengaruh Federal Reserve Ternyata Lebih Besar Terhadap Perekonomian Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Berdasarkan sebuah research yang bertajuk, "“Mind the Gap in Sovereign Debt Markets,” berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Federal Reserve mempunyai pengaruh lebih dari hanya sekedar kepada…