ForexSignal88.com l Jakarta, 16/02/2019 - Meskipun pada basis harian indeks dolar AS berakhir negatif 0,14% di akhir sesi Jumat, pada basis mingguan greenback berakhir “green”, naik 0,3% dari penutupan sesi pekan sebelumnya, dan menjadi penutupan positif kedua dalam dua pekan terakhir.

Perdagangan forex dan emas di pekan lalu (11-15 Februari) dihiasi oleh beberapa isu besar yang sama yaitu pembicaraan perdagangan AS-China, Brexit, potensi penghentian siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve, dan potensi penutupan pemerintahan AS.

Pada front perdagangan global, para pejabat dan delegasi dagang AS mengunjungi China untuk melanjutkan negosiasi. Tim tersebut dipimpin oleh Menteri Keuangan Steve Mnuchin dan Robert Lighthizer, dan mereka bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

Pertemuan itu dilakukan setelah delegasi serupa dari China, yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He, berkunjung ke AS di mana mereka juga bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.

Dalam sebuah laporan, Trump mengatakan bahwa ia bersedia memperpanjang batas waktu 1 Maret dengan tambahan 60 hari. Pasar memandang keputusan itu secara positif. Namun, laporan lain yang mengatakan pembicaraan tersebut tidak membuat kemajuan berarti membuat suasana hati pasar meredup.

Tantangan dalam negosiasi tersebut adalah AS menuntut perubahan radikal terhadap ekonomi Tiongkok. Sebagai contoh, AS mendorong langkah-langkah untuk mengakhiri praktik bisnis China yang memaksa transfer teknologi. AS juga mendorong China untuk menurunkan tarif dan masalah sistemik lainnya.

China keberatan dengan isu tersebut karena semua itu adalah faktor substantif yang menjadikannya memiliki kekuatan super ekonomi seperti sekarang ini. Sebagai gantinya, Tiongkok mencoba memikat AS dengan janji buying spree (pembelian lebih banyak) produk pertanian dan chip komputer AS.

Namun, terlepas dari semua iitu, ada kemungkinan kesepakatan akan dihasilkan pada akhir tahun ini karena kedua belah pihak saling memberi insentif politis untuk mencapai kesepakatan bersama.

Sebagai catatan tambahan, Trump akan menghadapi pemilihan ulang (re-election) pada tahun ini sementara Xi perlu menyelamatkan pemerintahannya dengan membuat ekonomi negaranya lebih baik.

Dari front politik dalam negeri AS, pada minggu lalu, para anggota Kongres Demokrat dan Republikan meloloskan kesepakatan pendanaan yang membantu mencegah penutupan pemerintah lagi. Kesepakatan itu memberi Trump $1,5 miliar untuk rencana pembangunan temboknya, jauh di bawah $5 miliar yang dia tuntut.

Dalam sebuah wawancara, Mitch McConell mengatakan bahwa presiden AS akan menandatangani kesepakatan pendanaan dan kemudian secara bersamaan menyatakan keadaan darurat untuk menambah lebih banyak uang untuk tembok itu.

"Saya akan menandatangani darurat nasional dan sebelumnya hal ini telah ditandatangani beberapa kali. (Pembuatan tembok) telah ditandatangani oleh presiden lainnya sejak 1977 atau lebih [...] jarang ada masalah," jelas Trump, seperti dikutip CNN pada Jumat (15/2).

Langkah tersebut kemungkinan akan berujung ke meja pengadilan, yang akan menggagalkan proses selama bertahun-tahun ke depan. Kemungkinan besar langkah itu pun akan menghadapi oposisi dari para Demokrat dan Republikan di Kongres.

Isu besar lainnya di minggu lalu adalah Brexit. Terungkap bahwa strategi Perdana Menteri Inggris Theresa May adalah menunda pemungutan suara Brexit terakhir di Parlemen Inggris hingga Maret, beberapa hari sebelum Inggris keluar sepenuhnya dari Uni Eropa.

Strategi penundaan itu dimaksudkan untuk memaksa para anggota parlemen untuk memilih kesepakatannya atau kesepakatan yang berlawanan yang akan bermuara pada no-deal Brexit. Strategi itu akan membuat para anggota parlemen berada di posisi yang sulit karena kebanyakan dari mereka ingin Brexit yang mulus, Inggris keluar dari Uni Eropa dengan kesepakatan yang bagus.

Selanjutnya di sesi terakhir pekan lalu, dolar AS yang sempat menguat terpaksa menyerah dan berakhir negatif setelah Presiden Federal Reserve San Fransisco Mary Daly menyarankan agar bank sentral AS menahan kenaikan suku bunga di tahun 2019, mengingat adanya perlambatan ekonomi dan stagnannya inflasi seperti terlihat dari indeks inflasi konsumen dan produsen AS di pertengahan pekan lalu.

Pada pekan depan (18-22 Februari), selain publikasi notulen rapat komite kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA), Federal Reserve, dan European Central Bank (ECB), para pelaku pasar juga akan memantau sejumlah data dari beberapa ekonomi besar seperti data manufaktur, ketenagakerjaan dan pesanan barang modal.

Jurnal Mingguan Lainnya

November 23, 2019

Sekilas Forex: Peringatan Baru Terhadap Resiko Global Economic Slowdown

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2019 - Sebuah organisasi ekonomi internasional terkemuka telah memperingatkan bahwa risiko terhadap pandangan global telah meningkat. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan - OECD - mengatakan dalam sebuah…
October 05, 2019

Sekilas Forex: Harga Emas Akan Terus Naik Menurut Pengamat Ekonomi. Apa Kata Mereka?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/10/2019 - EMAS belakangan ini menjadi primadona investasi lantaran telah menunjukan trend naik yang cukup konsisten beberapa bulan kebelakang di 2019 ini. Ketidakpastian ekonomi yang terjadi pada Amerika Serikat seperti halnya…
September 20, 2019

Brexit: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang BREXIT dan Pengaruhnya Kepada Poundsterling

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com - BREXIT merupakan sebuah hal yang penting untuk kamu ketahui di dalam perkembangan dunia finansial internasional saat ini. Deadline atau batas akhir waktu untuk ini terjadi sudah hampir mendekati dan kelihatannya masih terus terjadi…
September 07, 2019

Sekilas Forex: Trade Talk AS dan China Akan Kembali Digelar. Ada Bocoran Bahwa Trade Talk Kali Ini Akan Menghasilkan Sesuatu Yang Substansial

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Sudah memasuki bulan ke-18 perundingan antara Amerika Serikat dan China tidak menghasilkan apa-apa kecuali perang tarif yang semakin meningkat. Tarif bahkan dikabarkan akan di lipat gandakan demi menekan masing-masing…
August 24, 2019

Sekilas Forex: Pengaruh Federal Reserve Ternyata Lebih Besar Terhadap Perekonomian Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Berdasarkan sebuah research yang bertajuk, "“Mind the Gap in Sovereign Debt Markets,” berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Federal Reserve mempunyai pengaruh lebih dari hanya sekedar kepada…