ForexSignal88.com l Jakarta, 19/05/2019 - Sengketa perdagangan dua raksasa ekonomi dunia masih menjadi penggerak utama perdagangan forex dan emas sepanjang pekan lalu.

Eskalasi terbaru dalam perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China terlihat kembali. Dua ekonomi terbesar di dunia itu menemui jalan buntu atas perundingan perdagangan pada hari Minggu (12/5) ketika Washington menuntut janji perubahan nyata terhadap hukum Tiongkok. Beijing bersikeras tidak akan menelan “buah pahit” yang merusak kepentingannya.

Konflik perdagangan keduanya meningkat pada hari Jumat (10/5), dengan AS menaikkan tarif barang-barang China senilai $200 miliar sehingga Naga Asia itu pun berjanji untuk membalas AS tetapi saat itu belum memberikan rincian seperti apa aksi balasannya.

Tidak lama kemudian, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyebut Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping kemungkinan akan bertemu pada pertemuan puncak G20 di Jepang pada akhir Juni dan membahas perdagangan.

Selanjutnya janji aksi balasan China terwujud dengan mengumumkan pada hari Senin (13/5) akan mengenakan tarif lebih tinggi pada $60 miliar barang AS menyusul keputusan Washington minggu lalu untuk menaikkan pungutan sendiri atas $200 miliar pada impor China.

Kemudian di sesi Rabu (15/5) pasar valuta asing menunjukkan sedikit reaksi terhadap pertumbuhan yang lebih buruk dari perkiraan pada data hasil produksi industri dan penjualan ritel China untuk bulan April, yang sebenarnya menggarisbawahi perlunya Beijing untuk menggelar lebih banyak langkah-langkah stimulus guna mendukung ekonominya.

Dolar AS kala itu masih mendapat dukungan karena masalah perdagangan tetap menjadi isu utama di benak para investor global walaupun Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (14/5) menegaskan bahwa pembicaraan perdagangan dengan China belum gagal.

Pasar Tetap Pantau Data Ekonomi Regular

Para investor pun terus memantau pergerakan pasangan mata uang utama berkaitan dengan isu tersebut. Dolar Australia dan yuan China mengalami tekanan kuat.

Namun selain isu tersebut, data ekonomi regular pun tetap diperhatikan pasar seperti yang terjadi pada dolar Aussie yang semakin lemah terhadap mata uang AS setelah data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran negara itu melonjak ke level tertinggi dalam delapan bulan, mendorong ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga negara itu.

Tingkat pengangguran naik untuk bulan kedua berturut-turut menjadi 5,2%, di atas perkiraan untuk pembacaan 5%.

Data tersebut telah meningkatkan risiko bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga acuannya pada bulan Juni, lebih awal dari potensi sebelumnya yakni di bulan Juli.

Greenback sendiri berada di bawah tekanan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS turun disebabkan oleh lemahnya penjualan ritel dan data output industri AS.

Sementara itu perdagangan USDJPY perlahan mengalami perubahan meski sepanjang pekan lalu cenderung berkonsolidasi. Mengutip sumber pemerintah dengan pengetahuan langsung, Reuters melaporkan bahwa pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan menurunkan prospek ekonomi di tengah-tengah meningkatnya sengketa perdagangan antara AS dan China.

Perang dagang yang sedang berlangsung telah berdampak negatif terhadap ekspor dan output pabrik Jepang, kata laporan itu.

Sumber tersebut pun menambahkan, pengeluaran modal kemungkinan telah memburuk, dan ekspor bersih mungkin telah membaik karena impor mungkin turun lebih cepat dari pengiriman, yang tidak selalu merupakan hal yang baik. Dengan demikian, PDB kuartal pertama Jepang kemungkinan akan berubah menjadi buruk.  

Greenback akhirnya mencapai puncak dua minggu di pekan lalu, dengan bantuan data perumahan AS yang kuat dan laporan klaim pengangguran mingguan yang menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan di ekonomi terbesar dunia tersebut.

Mata uang AS juga mendapat dukungan karena euro dan pound sterling terus dipengaruhi oleh faktor-faktor bearish.

Euro terbebani oleh tersendatnnya fundamental ekonomi zona euro dan kekhawatiran di seputar politik Italia, sementara itu sterling terus dibayangi masalah Brexit.

Wakil PM Italia Bikin Euro Semakin Suram

Partai Liga sayap kanan Italia akan “membongkar” aturan Uni Eropa yang “mencekik” negara itu jika nilainya baik dalam pemilihan parlemen Eropa 23-26 Mei, kata Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini pada hari Kamis (16/5).

Tantangan Salvini terhadap peraturan fiskal Uni Eropa pun menjelma sebagai sumber utama kekhawatiran bagi euro, yang akhirnya berakhir turun 0,63% di pekan lalu.

Safe haven yen juga mendapat manfaat dari kesengsaraan di Eropa dan di tempat lainnya.

Risiko fiskal yang terkait dengan Italia adalah tema yang pasti memikat para pemain pasar spekulatif. Setiap mode risk-off karena kabar tersebut dapat menguntungkan yen, tidak hanya terhadap euro, tetapi juga terhadap dolar AS.

Penutupan Indah bagi Greenback di Akhir Pekan

Dolar AS akhirnya naik pada hari Jumat (17/5), dengan indeks dolar AS catatan positif 0,73% pada penutupan mingguan.

Penguatan dolar AS didorong karena kekhawatiran tentang pemilihan parlemen Eropa pada minggu ini yang merusak permintaan untuk euro.

Dolar AS pun tetap disukai para investor sebagai mata uang safe haven bahkan ketika perang perdagangan antara AS dan China semakin panas.

Sementara itu euro semakin terpukul oleh dampak lanjutan dari komentar Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini yang menyebut aturan Uni Eropa membahayakan negaranya.

Sedangkan sterling terpuruk ke level terendah sejak 15 Januari setelah pembicaraan Brexit lintas-partai kandas. Beban bagi sterling juga datang dari kekhawatiran yang tumbuh tentang dampak kemungkinan pengunduran diri Perdana Menteri Theresa May pada langkah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Jurnal Mingguan Lainnya

November 23, 2019

Sekilas Forex: Peringatan Baru Terhadap Resiko Global Economic Slowdown

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/11/2019 - Sebuah organisasi ekonomi internasional terkemuka telah memperingatkan bahwa risiko terhadap pandangan global telah meningkat. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan - OECD - mengatakan dalam sebuah…
October 05, 2019

Sekilas Forex: Harga Emas Akan Terus Naik Menurut Pengamat Ekonomi. Apa Kata Mereka?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/10/2019 - EMAS belakangan ini menjadi primadona investasi lantaran telah menunjukan trend naik yang cukup konsisten beberapa bulan kebelakang di 2019 ini. Ketidakpastian ekonomi yang terjadi pada Amerika Serikat seperti halnya…
September 20, 2019

Brexit: Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang BREXIT dan Pengaruhnya Kepada Poundsterling

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com - BREXIT merupakan sebuah hal yang penting untuk kamu ketahui di dalam perkembangan dunia finansial internasional saat ini. Deadline atau batas akhir waktu untuk ini terjadi sudah hampir mendekati dan kelihatannya masih terus terjadi…
September 07, 2019

Sekilas Forex: Trade Talk AS dan China Akan Kembali Digelar. Ada Bocoran Bahwa Trade Talk Kali Ini Akan Menghasilkan Sesuatu Yang Substansial

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Sudah memasuki bulan ke-18 perundingan antara Amerika Serikat dan China tidak menghasilkan apa-apa kecuali perang tarif yang semakin meningkat. Tarif bahkan dikabarkan akan di lipat gandakan demi menekan masing-masing…
August 24, 2019

Sekilas Forex: Pengaruh Federal Reserve Ternyata Lebih Besar Terhadap Perekonomian Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/08/2019 - Berdasarkan sebuah research yang bertajuk, "“Mind the Gap in Sovereign Debt Markets,” berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Federal Reserve mempunyai pengaruh lebih dari hanya sekedar kepada…