ForexSignal88.com l Jakarta, 10/02/2018 – Turbulensi di bursa saham global masih terjadi di pekan lalu (5-9 Februari 2018) dan, meskipun tidak besar, tetap berdampak pada dinamika di bursa forex. Dolar AS semakin perkasa karena tetap dipandang sebagai safe haven selain mendapat dorongan dari naiknya imbal hasil pemerintah AS 10-tahun.

Selama dua pekan terakhir, indeks-indeks saham utama di Wall Street mengalami penurunan tajam sehingga para investor segera melarikan investasi mereka ke memburu aset lain terutama Treasury AS yang berprospek cerah karena Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya lebih agresif menyusul kondisi ketenagakerjaan yang semakin mendukung peningkatan inflasi, membuat The Fed terus mempertahankan programnya untuk melanjutkan siklus pengetatan moneter dan bermuara pada penguatan dolar AS.

Dolar AS dan yen Jepang menjadi pemain terbaik pada satu minggu terakhir ini ketika yen dan greenback meroket. Namun yen selalu berkinerja lebih baik dari dolar AS kecuali sumber ketidakpastian berasal dari Asia meskipun dolar AS berhasil mengungguli mata uang utama lainnya.

Mata uang yang terpukul paling keras dari sell-off di ekuitas AS adalah pound sterling dan euro sementara mata uang paling kuat adalah dolar Selandia Baru dan franc Swiss. Dengan tidak adanya data AS yang dirilis, kenaikan tajam volatilitas dan kemerosotan risk appetite untuk sementara akan menjadi menjadi penentu arus dolar AS.

Data-data AS juga akan kembali berada di radar para pelaku pasar pada minggu depan terutama indeks harga konsumen dan penjualan ritel. Tapi pergerakan ekuitas dan Treasury akan terus mendorong arus dolar dan yen. Jika saham jatuh lebih jauh, dolar AS dan yen akan memperpanjang penguatannya dan USD/JPY berpotensi menembus ¥108,00 yang pada hari Jumat sempat didekati. Sebaliknya jika bursa saham stabil di pekan depan, pergerakan dolar AS dan yen pun mungkin akan berkonsolidasi.

Sementara itu pound sterling hanya menguat sesaat pasca pernyataan Bank of England (BoE) di pekan lalu. Pelemahan sterling cukup mengejutkan mengingat BoE jelas-jelas hawkish di pertemuan kebijakan terakhirnya. Dalam Laporan Inflasi Triwulanannya, bank sentral itu meningkatkan perkiraan PDB 2018 dan 2019 dan mengatakan bahwa suku bunga mungkin harus naik lebih awal dan lebih besar dari yang mereka proyeksikan di bulan November.

Tingkat hawkishness BoE mengejutkan pasar karena aktivitas manufaktur dan sektor jasa melambat pada bulan Januari. BoE menyebutkan keterbatasan kapasitas cadangan, kelebihan permintaan, kenaikan upah, produktivitas yang lebih kuat, tingkat pengangguran yang rendah dan pertumbuhan global yang lebih cepat menjadi alasan berlanjutnya pengetatan moneter yang lebih cepat.

Sayangnya, data-data Inggris yang kurang kuat belakangan ini, apresiasi dolar AS dan kekhawatiran terhadap Brexit mencegah mata uang tersebut untuk melanjutkan rally sejak pertengahan Desember. Setelah keputusan tingkat suku bunga, aktivitas produksi dan perdagangan industri Inggris memburuk pada bulan Desember, menimbulkan keraguan pada keyakinan BoE.

Lebih penting lagi, negosiasi Brexit tidak berjalan dengan baik. Menteri Brexit Inggris David Davis menuding Uni Eropa (UE) tidak beritikad baik dan menggambarkan bahasa dalam dokumen komisi mereka yang bocor ke publik pada pekan lalu sebagai hal yang tidak memiliki sopan santun.

Pada hari Jumat, kepala perunding UE memperingatkan bahwa masa transisi tidak akan diberikan. Jadi, alih-alih membuat kemajuan pada minggu lalu, perundingan Brexit telah melangkah mundur dan membuat cemas para bulls sterling, menjadi gerhana bagi sikap hawkish BoE.

Di pekan depan, laporan inflasi dan laporan penjualan ritel Inggris akan menjadi sorotan dan jika data hasilnya turun seperti yang diperkirakan para ekonom, mungkin akan semakin sulit bagi pound sterling untuk kembali ke jalur naik untuk sementara waktu. 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF Cenderung Netral

O : 1.2435     H : 1.2475      L : 1.2206      C : 1.2235

PERGERAKAN SEPEKAN 05/02 – 09/02 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 269 PIP

Secara Fundamental, Alotnya negosiasi yang diperjuangkan Kanselir Angela Merkel di Parlemen Jerman untuk membentuk pemerintahan koalisi, membuat investor kurang puas. Menurut laporan Purchasing Managers' Index (PMI) yang disusun oleh IHS Markit, perusahaan-perusahaan Eropa di awal tahun 2018 berekspansi dengan laju paling cepat dalam lebih dari satu dekade. PMI Komposit Final untuk bulan Januari tercatat 58.8; lebih baik dari 58.6 pada laporan preliminer, sekaligus berdiri di posisi tertinggi sejak Juni 2006. Demikian pula PMI Jasa menanjak ke 58.6 dari 57.6. 

"Optimisme merefleksikan pemulihan ekonomi kuat yang dialami Zona Euro, yang terus berlangsung secara luas dan siap berlanjut hingga berbulan-bulan mendatang," kata Bert Colijn dari konglomerasi finansial dunia asal Belanda, ING, pada Reuters, "Backlog pekerjaan meningkat, penciptaan lapangan kerja sangat kuat secara historis, dan pesanan baru terus masuk. Ini menciptakan sebuah outlook pertumbuhan yang cerah."  Penjualan Ritel di kawasan kesatuan ekonomi politik sembilan belas negara ini melandai di bulan Desember, tetapi hanya sebesar -1.1% MoM, sesuai dengan ekspektasi sebelumnya. Sedangkan data Penjualan Ritel untuk periode November direvisi naik ke 2.0%.

Negosiasi untuk membangun pemerintahan koalisi yang digalang Kanselir Angela Merkel dengan partai rivalnya, SPD, sebenarnya dijadwalkan final pada akhir 2 pekan lalu. Namun, diskusi mandek lantaran SPD menginginkan konsesi lebih besar di bidang ketenagakerjaan dan asuransi kesehatan. Oleh karenanya, negosiasi terpaksa diperpanjang.

Sebagaimana diketahui, partai Christian Democratic Union (CDU) memenangkan pemilu federal tahun 2017, sehingga mendudukkan kembali Angela Merkel di kursi Kanselir Jerman. Namun, mereka gagal meraih kursi mayoritas. Karenanya, Merkel perlu membangun koalisi dengan partai SPD (Sozialdemokratische Partei Deutschlands) di peringkat dua, agar bisa menjalankan program-programnya. Akan tetapi, SPD memiliki banyak agenda berbeda, sehingga menuntut sejumlah konsesi sebelum bersedia membangun koalisi. Apabila koalisi tak tercapai, maka Merkel akan dipaksa untuk memilih diantara dua opsi; menjalankan pemerintahan minoritas, atau mengadakan pemilu ulang.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Prelim GDP                                  Rabu 14/02/2018 Pk 14.00 WIB
  2. German Buba Weidmann Speaks                      Rabu 14/02/2018 Pk 15.00 WIB
  3. Flash GDP                                                    Rabu 14/02/2018 Pk 17.00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2328, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2397 – 1.2462 – 1.2530. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2158, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2099 – 1.2038 – 1.1974.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF Cenderung Netral

O : 1.4099     H : 1.4149      L : 1.3763      C : 1.3820

PERGERAKAN SEPEKAN 05/02 – 09/02 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 386 PIP

Secara Fundamental, Para pejabat BoE sepakat untuk mempertahankan suku bunga pada 0.5% dengan jumlah suara 9-0, sesuai ekspektasi. Namun, mereka menaikkan forecast pertumbuhan ekonomi Inggris hingga rata-rata tahunan 1.75% dalam tiga tahun ke depan. Inflasi pun diperkirakan tetap mencapai 2.11% dalam kurun waktu yang sama.

Selain itu, MPC menyiratkan keinginan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat di masa depan. "Jika ekonomi berevolusi secara luas sejalan dengan proyeksi laporan inflasi Februari, kebijakan moneter perlu diketatkan agak lebih awal, dan dengan cakupan lebih besar dalam periode forecast, dibanding apa yang diantisipasi (bank sentral) saat penyusunan laporan November," demikian bunyi pernyataan MPC yang dikutip oleh Reuters.

Pimpinan MPC BoE, Mark Carney, menegaskan lebih lanjut bahwa kemungkinan perlu untuk menaikkan suku bunga "pada tingkatan terbatas dalam proses gradual, tetapi agak lebih awal, dan dengan lingkup lebih luas dibanding yang kami pikirkan pada November.'Menanggapi arahan BoE, pasar langsung memperhitungkan 50% kemungkinan kenaikan suku bunga pada Mei, dan 100% pada Agustus. Namun, sejumlah analis mewanti-wanti.

Peter Dixon dari Commerzbank mengatakan, bank sentral Inggris mungkin ingin memperingatkan pasar bahwa kenaikan suku bunga sudah di depan mata, tetapi mereka belum tentu melakukannya dengan segera. Pungkasnya, "Kita belum melihat bukti untuk mendukung pandangan bahwa kita perlu lebih agresif memajukan pengetatan (moneter) dibanding tiga bulan lalu." Dalam pidatonya, Mark Carney pun mengingatkan, "Outlook ekonomi akan terus berubah-ubah. Akan ada naik-turun di pasar finansial.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. CPI                             Selasa 13/02/2018 16:30 WIB
  2. PPI                              Selasa 13/02/2018 16:30 WIB
  3. RPI                             Selasa 13/02/2018 16:30 WIB
  4. Retail Sales              Jumat 16/02/2018 16:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.4071, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.4179 – 1.4287 – 1.4399. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3748, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3655 – 1.3552 – 1.3449.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF Cenderung Netral

O : 0.7911     H : 0.7952      L : 0.7757      C : 0.7799

PERGERAKAN SEPEKAN 05/02 – 09/02 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 195 PIP

Secara Fundamental, Data Neraca Dagang dan Penjualan Ritel Australia gagal memenuhi ekspektasi. Penjualan Ritel bulan Desember tercatat minus 0.5% MoM, padahal diekspektasikan hanya akan menurun 0.2% setelah mengalami peningkatan 1.3% di periode November. Neraca Dagang Australia juga berbalik defisit 1.358 Milyar di bulan Desember, setelah sempat surplus tipis 0.036 Milyar di periode November.

Depresiasi Dolar Australiapun makin menjadi-jadi, setelah RBA mengumumkan keputusannya mengenai suku bunga dan review ekonomi. Suku bunga tetap di level rendah 1.50%, sesuai ekspektasi pasar sebelumnya. Sementara itu, mengenai perekonomian, RBA menyatakan, "Kemajuan lebih lanjut dalam mengurangi pengangguran dan mengembalikan inflasi kembali ke target telah diekspektasikan, meskipun kemajuan ini kemungkinan akan bertahap." 

Lebih suram lagi, RBA mengatakan, "Terlepas dari perbaikan di pasar tenaga kerja, pertumbuhan gaji tetap lambat. Hal ini kemungkinan akan berlanjut hingga beberapa waktu lagi, walaupun perekonomian yang lebih kuat semestinya mengalami sejumlah kenaikan dalam pertumbuhan gaji dari waktu ke waktu." 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence                       Selasa 13/02/2018 07:30 WIB
  2. Employment Change                     Kamis 15/02/2018 07:30 WIB
  3. Unemployment Rate                      Kamis 15/02/2018 07:30 WIB
  4. RBA Gov Lowe Speaks                  Jumat 16/02/2018 05:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7874, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7909 – 0.7944 – 0.7979. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7746, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7713 – 0.7681 – 0.7646.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF Cenderung Netral

O : 1332.30   H : 1345.90   L : 1306.90    C : 1314.60

PERGERAKAN SEPEKAN 05/02 – 09/02 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $39 atau 390 PIP

Secara Fundamental, World Gold Council (WGC), sebuah lembaga asosiasi perusahaan-perusahaan tambang emas dunia, pada pekan kemarin merilis laporan yang menyebutkan bahwa permintaan emas pada tahun 2017 jatuh ke level terendah sejak tahun 2009, karena penurunan investasi emas jauh melampaui kenaikan konsumsi emas perhiasan. Menanggapi berita ini, harga spot emas yang telah melorot sejak tanggal 25 Januari lalu, merosot lagi selama sepekan berjalan kemarin.

Proyeksi kenaikan suku bunga acuan dari berbagai bank sentral dunia, membuat investasi Emas menjadi kurang atraktif dibanding aset berimbal hasil dalam bentuk bunga. WGC menyampaikan dalam laporan tren permintaan kuartalan terbarunya bahwa permintaan Emas global merosot 7 persen di tahun 2017 ke 4,071.7 ton, level terendah delapan tahun. Penurunan terutama disebabkan oleh menyusutnya aliran dana ke Exchange Traded Funds (ETF) yang dibekingi Emas. Meski harga Emas tahun lalu meningkat karena pelemahan Dolar AS, tetapi kenaikan suku bunga dan melesatnya pasar modal hingga terus menerus mencatat rekor baru, mengurangi daya tarik logam mulia. 

"Tentu ekuitas yang lebih tinggi dan peningkatan suku bunga akan memicu sejumlah investor untuk mempertimbangkan tentang alokasi (dana) mereka ke emas (tahun lalu)," kata pimpinan bagian Intelijen Pasar WGC, Alistair Hewitt, "Sementara itu, banyak investor khawatir mengenai harga-harga aset yang membubung (dan berisiko jatuh)." Dinamika ini nampak pula pada data terhangat yang menunjukkan bahwa permintaan investasi emas di AS tenggelam ke level terendah satu dekade pada tahun 2017. Kabar baiknya, optimisme tentang pemulihan ekonomi global yang memicu kenaikan suku bunga, juga mendorong pemulihan permintaan emas dalam bentuk perhiasan. 

Permintaan perhiasan emas mengalami kenaikan tahunan pertamanya di tahun 2017, sejak tahun 2013, meskipun harga Emas meningkat 13 persen. Secara lebih terperinci, permintaan Emas perhiasan di dua negara konsumen terbesar, India dan China, masing-masing menanjak 12 persen dan 3 persen.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1326.05, kemungkinan harga akan kembali ke level 1332.75 – 1339.15 – 1346.20. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1310.70, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1303.65 – 1296.65 – 1288.95.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: CNN Money

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

June 23, 2018

Sekilas Forex: Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BOE Meningkat. Pound Berusaha Naik

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/06/2018 - Meskipun pada jangka menengah dolar AS masih mendominasi perdagangan forex, di pekan lalu (18-22 Juni) mata uang tersebut menerima pukulan yang cukup kuat dari rival-rivalnya. Pukulan tersebut pada awalnya berasal…
June 10, 2018

Sekilas Forex: Menantikan Kenaikan Tingkat Suku Bunga AS

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/06/2018 - Dolar AS tetap bertahan pada hampir sepanjang sesi perdagangan minggu lalu (4-8 Juni) karena pasar terus berselancar pada pasang surut risiko politik zona euro. Aliran modal para investor menuju instrumen yang…
June 03, 2018

Sekilas Forex: USD Mulai Melemah, Waspada Akan Pergantian Arah

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 03/06/2018 - Lambat laun bahan bakar rally dolar AS sejak pertengahan April mulai menipis seperti yang terlihat di pekan lalu (28 Mei-1 Juni) saat euro dan pound sterling mulai melakukan tekanan balasan terhadap greenback.…
May 27, 2018

Sekilas Forex: Bullish USD Masih Potensi Berlanjut

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/05/2018 - Performa dolar AS di pekan lalu (21-25 Mei) mulai tampak beragam, tidak seperti di pekan-pekan sebelumnya. Mata uang AS masih perkasa terhadap rival utamanya yaitu euro sehingga pasangan mata uang EURUSD anjlok ke…
May 19, 2018

Sekilas Forex: Kekuatan USD Semakin Tak Terbendung

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/05/2018 - Hingga sesi perdagangan pekan lalu (14-18 Mei) berakhir, gelombang penguatan dolar AS belum terbendung, bahkan semakin kuat. Greenback terus menekan beberapa rival utamanya yaitu euro dan yen. Pada sesi pekan lalu…