ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2018 - Geliat bursa forex dan emas pada pekan lalu (5-9 November) sebagian besar dimotori oleh midterm election di Amerika Serikat (AS) atau dikenal pula sebagai pemilihan sela alias pemilihan jeda oleh media nasional di Indonesia. Penggerak lainnya adalah pernyataan resmi Federal Reserve (Fed) pada hari Jumat dini hari.

Pertama, kita ulas singkat tentang midterm election di mana rakyat Indonesia mungkin lebih mengenalnya sebagai pemilihan legislatif (pileg), sebuah pesta demokrasi yang menjadi kesempatan bagi para elektorat untuk menentukan para wakilnya di parlemen untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, membuat berbagai kebijakan dan perundangan sekaligus menjadi pengawas kinerja pemerintah.

Midterm election adalah ajang perebutan kursi politik di parlemen AS yang dikenal sebagai Congress (Kongres) yang berlokasi di United States Capitol, akrab disebut Capitol Building, di Washington D.C., ibu kota AS. Lembaga legislatif AS tersebut adalah gabungan dari dua lembaga yaitu House of Representatives - disingkat House - dan Senate (Senat).

House serupa dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Indonesia, berarti sebuah lower chamber atau lower house (majelis rendah) sedangkan Senate adalah upper chamber atau upper house (majelis tinggi), mirip dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.

Jadi untuk selanjutnya di dalam jurnal ini House kita sebut dengan DPR AS dan Senate kita sebut sebagai Senat. Anggota DPR AS disebut sebagai representative (selanjutnya kita sebut sebagai wakil rakyat) dan anggota Senat disebut sebagai senator.

Kedua majelis tersebut memiliki perbedaan, yang paling mencolok adalah fokus kerjanya. Para wakil rakyat yang duduk di DPR AS fokus pada kebijakan pajak dan pendapatan negara dan beberapa hal lainnya termasuk pengajuan pemakzulan (impeachment) presiden AS.

Sedangkan Senat lebih fokus pada kebijakan luar negeri juga kebijakan presidensial lainnya, sebab itu mungkin kita sering mendengar berita, misalnya, penjualan pesawat tempur produksi AS ke negara lain pun harus mendapat persetujuan Kongres.

Selanjutnya kita tidak akan membahas lebih dalam mengenai lembaga legislatif AS. Jika para sahabat setia ForexSignal.com ingin mengetahui lebih jauh tentang Kongres dapat mencari berbagai materi terkait yang tersebar di internet.

Demokrat Menang, Greenback Sempat Ditendang

Hasil pileg AS yang diselenggarakan pada Rabu (6/11) menunjukkan partai Demokrat unggul di DPR AS namun Senat tetap didominasi oleh Republik. Dengan hasil tersebut, para pelaku pasar di bursa forex dan emas sempat bereaksi negatif, melepas dolar AS. Kenapa demikian?

Presiden AS Donald Trump adalah seorang Republikan, yang selama dua tahun menjabat di Gedung Putih seringkali mengeluarkan pernyataan dan kebijakan yang kontroversial. Kecaman pun seringkali membanjirinya, terutama dari kalangan Demokrat.

Sejak menjadi presiden AS, Trump pernah merasakan bagaimana sengitnya perlawanan di legislatif saat hendak menelurkan suatu kebijakan, seperti saat ia hendak memangkas pajak rakyat golongan menengah-atas AS tidak lama setelah dilantik pada Januari 2016.

Meskipun kontroversial, kebijakan Trump yang cenderung populis dan anti globalisasi ternyata membuahkan hasil positif, di antaranya terlihat dari melonjaknya indeks-indeks saham utama di Wall Street walaupun kinerja bursa saham tidak mutlak menjadi refleksi kondisi ekonomi sebuah negara.

Selain itu, di masa pemerintahan Trump terlihat perbaikan di sektor ketenagakerjaan, peningkatan belanja konsumen dan semakin diminatinya obligasi pemerintah AS.

Karena itulah saat melihat hasil pileg tersebut, para pelaku pasar melihat di sisa dua tahun pemerintahannya, langkah Trump dan agenda Republik lainnya seperti rencana belanja infrastruktur yang masif berpotensi untuk tersendat lagi. Alhasil pasar merespon potensi tersebut dengan cara melepas dolar AS, meskipun hanya bersifat sementara.

Fed Tidak Ubah Suku Bunga Acuan

Momen besar lainnya pada pekan lalu adalah pengumuman kebijakan moneter Fed di akhir rapat kebijakannya pada Kamis waktu AS atau Jumat dini hari (9/11) waktu Indonesia.

Fed memang tidak mengubah tingkat suku bunga acuannya (fed funds rate/fed rate) pada kesempatan tersebut. Namun pernyataan dan panduan kebijakannya yang tetap hawkish membuat para pelaku pasar semakin yakin bahwa bank sentral AS akan menaikkan fed rate pada bulan Desember, kenaikan keempat di tahun ini.

Dolar AS pun berbalik menguat di sesi Kamis dan Jumat meskipun akhirnya pada penutupan mingguan, dolar AS masih memperlihatkan penguatan parsial. Terhadap euro, yen dan franc, mata uang AS tampil mendominasi, sehingga berdampak pula pada harga emas yang terus bergerak turun hingga ke $1.206,55 per troy ounce.

Sementara itu terhadap pound sterling, greenback hanya menguat tipis pada penutupan mingguan meskipun menunjukkan penguatan tajam terhadap mata uang UK tersebut di dua hari terakhir pekan lalu. Sedangkan terhadap dolar Australia dan Selandia Baru, dolar AS masih berakhir melemah, sama seperti di pekan sebelumnya.

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF 

O : 1.1387     H : 1.1500      L : 1.1316      C : 1.1338

PERGERAKAN SEPEKAN 05/11 – 09/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 184 PIP

Secara Fundamental, Komisi Eropa memotong  forecast mereka terhadap pertumbuhan Italia. Hal ini menambah kekhawatiran investor akan Outlook perekonomian dan utang negara ekonomi terbesar ketiga di Zona Euro tersebut. Menurut forecast terbaru Komisi Eropa, perekonomian Italia diperkirakan akan tumbuh lebih lambat dalam dua tahun ke depan, dibandingkan dengan perkiraan pemerintah negaranya.

Selain itu, defisit anggaran pemerintah Italia juga akan lebih besar daripada yang diasumsikan. Selain itu, Komisi Eropa mendukung pandangan bahwa draft anggaran pemerintah Italia tahun 2019 telah melanggar aturan fiskal Uni Eropa.

Sementara Euro menurun, Dollar AS justru menambah pemulihannya setelah pasar mengevaluasi kembali hasil Pemilu Parlemen AS kemarin. Kini, mereka memfokuskan perhatiannya kepada The Fed. Melalui rapat FOMC yang telah digelar sejak dua hari lalu, The Fed akan mengumumkan kebijakan moneternya Jumat dini hari nanti.

"Dalam beberapa minggu dan beberapa bulan ke depan, pasar akan menarik kesimpulannya sendiri tentang seberapa jauh siklus kenaikan suku bunga AS akan berjalan, berdasarkan kelanjutan kebijakan fiskal dan perdagangan di bawah kondisi Kongres AS yang baru, serta data ekonomi... Hal ini berarti jika upah pekerja, inflasi dan data ketenagakerjaan AS positif, maka Dolar AS akan terdukung," tulis para analis Commerzbank yang dikutip oleh Reuters.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German ZEW Economic Sentiment Selasa 13/11/2018 Pk 17:00 WIB
  2. German Prelim GDP Rabu 14/11/2018 Pk 14:00 WIB
  3. Flash GDP Rabu 14/11/2018 Pk 17:00 WIB
  4. ECB President Draghi Speaks Jumat 16/11/2018 Pk 15:30 WIB
  5. German President Weidmann Speaks Jumat 16/11/2018 Pk 20:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1410, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1450 – 1.1485 – 1.1521. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1301, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1266 – 1.1233 – 1.1197.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF  

O : 1.3023     H : 1.3175      L : 1.2958      C : 1.2969

PERGERAKAN SEPEKAN 05/11 – 09/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 217 PIP

Secara Fundamental, Pertumbuhan ekonomi Inggris (GDP) kuartalan (q/q) naik sebanyak 0.6 persen (sesuai ekspektasi) di kuartal ketiga tahun 2018, setelah kenaikan 0.4 persen di periode sebelumnya. Estimasi Preliminary ini menyebutkan bahwa belanja rumah tangga dan eskpor mengalami peningkatan, meskipun investasi bisnis terkontraksi akibat ketidakpastian Brexit. 

Produksi Manufaktur Inggris untuk bulan September 2018 naik 0.2 persen, sukses berbalik naik dari minus 0.2 persen di bulan sebelumnya. Angka pada bulan September tersebut lebih tinggi daripada ekspektasi kenaikan ke 0.1 persen. Namun demikian pergerakan Poundsterling selama sepekan juga banyak dipengaruhi oleh perkembangan Brexit dan penguatan dollar AS.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Average Earnings Index             Selasa 13/11/2018 Pk 16:30 WIB
  2. Unemployment Rate Selasa 13/11/2018 Pk 16:30 WIB
  3. CPI Rabu 14/11/2018 Pk 16:30 WIB
  4. PPI Rabu 14/11/2018 Pk 16:30 WIB
  5. RPI Rabu 14/11/2018 Pk 16:30 WIB
  6. Retail Sales Kamis 15/11/2018 Pk 16:30 WIB
  7. MPC Member Tenreyro Speaks Kamis 15/11/2018 Pk 20:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.3045, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3095 – 1.3146 – 1.3198. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2916, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2866 – 1.2813 – 1.2763.

 

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL  

O : 0.7190     H : 0.7301      L : 0.7181      C : 0.7226

PERGERAKAN SEPEKAN 05/11 – 09/11 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 120 PIP

Secara Fundamental, Berbeda dengan RBA Rate Statement yang dirilis tiap bulan pasca rapat kebijakan moneter, Statement of Monetary Policy dirilis tiap kuartal. Untuk kuartal keempat ini, Reserve Bank of Australia mengindikasikan bahwa suku bunga rendah 1.5 persen masih akan dipertahankan untuk beberapa waktu. Namun, mereka mengatakan bahwa performa ekonomi Australia cukup bagus.

RBA meproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi akan naik, bahkan mungkin sedikit lebih tinggi daripada ekspektasi 3.5 persen di bulan Desember 2018 mendatang. Tingkat Pengangguran Australia diperkirakan berada pada level 4.75 persen pada tahun 2020.

Sedangkan inflasi akan naik ke 2.25 persen pada tahun 2019. Di samping itu, mengenai nilai tukar, RBA yakin bahwa Dolar Australia yang saat ini berada pada kisaran 0.72 terhadap Dolar AS, masih akan bergerak dalam rentang yang diharapkan.

Namun dalam mempertimbangkan tingkat suku bunga selanjutnya, RBA juga mengawasi perlambatan pertumbuhan yang terjadi dalam income rumah tangga, tingginya utang masyarakat, dan dampak dari menurunnya harga rumah.

"Apabila ada kemajuan (ekonomi), kenaikan suku bunga mungkin akan sesuai... Namun, mengingat bahwa proses untuk menuju perkembangan itu akan bertahap, maka penyesuaian dengan cara menaikkan suku bunga belum mendesak dalam jangka waktu dekat ini," demikian bunyi petikan dari SoMP RBA.

China merupakan negara tujuan ekspor utama bagi Australia. Oleh sebab itu, perkembangan ekonomi China akan berpengaruh pada Dolar Australia. Inflasi Produsen (PPI) China hanya naik 3.3 persen di bulan Oktober ini, dibandingkan dengan data di tahun sebelumnya. Padahal bulan lalu, kenaikan PPI sudah melemah dari 4.1 persen ke 3.6 persen. Jika diukur dari awal tahun ini, tingkat PPI China Oktober adalah yang terendah sejak bulan Maret 2018.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence             Selasa 13/11/2018 Pk 07:30 WIB
  2. Wage Price Index Rabu 14/11/2018 Pk 07:30 WIB
  3. Employment Change Kamis 15/11/2018 Pk 07:30 WIB
  4. Unemployment Rate Kamis 15/11/2018 Pk 07:30 WIB
  5. RBA Debelle Speaks Kamis 15/11/2018 Pk 08:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7187, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7158 – 0.7139 – 0.7100. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7250, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7290 – 0.7318 – 0.7350.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF 

O : 1232.90   H : 1236.20   L : 1206.55    C : 1209.70

PERGERAKAN SEPEKAN 05/11 – 09/11 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $29.25 atau 292.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas jatuh ke level terendah dalam satu bulan pada perdagangan Jumat. Pendorong penurunan harga emas ini karena penguatan dolar AS usai Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) menegaskan kembali sikap mereka untuk menjalankan kebijakan pengetatan moneter. Mengutip halaman Reuters, Sabtu (10/11/2018), harga emas di pasar spot turun 1 persen ke level USD 1.211,04 per ounce, setelah menyentuh harga terendah sejak 11 Oktober di USD 1.208,83 per ounce.

Dengan penurunan ini maka harga emas mengakhiri minggu ini dengan melemah lebih dari 1,7 persen, penurunan mingguan paling curam sejak minggu 17 Agustus.

Sedangkan untuk Harga emas berjangka AS turun lebih dari 1 persen menjadi USD 1.212,20 per ounce. "Pengumuman The Fed menyebabkan dolar AS menguat dan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi sudah pasti menekan harga emas," kata Bob Haberkorn, analis senior RJO Futures.

"Suku bunga yang lebih tinggi akan menjadi membuat dolar AS karena para investor dari bagian lain dunia lebih memilih mengkonversi mata uang lokal ke dolar AS dan meninggalkan emas, tambahnya. Penyebab lain yang membuat Harga emas tertekan adalah penurunan harga minyak, dengan patokan minyak mentah Brent jatuh ke titik terendahnya sejak awal April.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1218.00, kemungkinan harga akan kembali ke level 1228.15 – 1237.60 – 1247.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1205.60, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1195.80 – 1186.40 – 1176.60.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: TheStreet.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 15, 2018

Sekilas Forex: USD Menyerang Balik dan Bullish Terhadap Mata Uang Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2018 - Dolar AS belum tertandingi walaupun sempat terpukul di pertengahan pekan lalu (10-14 Desember). Dinamika di bursa forex dan emas pada pekan lalu masih didominasi oleh kabar di seputar politik Inggris dan Eropa namun…
December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…